Liwetan (makan nasi liwet rame-rame)


Assalamu'alaikum...

Have you tried Liwetan before?
well, my first liwetan is in Melbourne. I am not Javanese nor live in java island. We have no liwetan in Medan.

Alhamdulillah, bisa merasakan budaya Indonesia yang beragam walaupun bukan di negaranya, hoho. Anehnya, aku banyak tahu tentang budaya lain selama kuliah di Australia. Sebelumnya, aku hanya tahu dari jauh, namun tak pernah mengalami bagaimana rasanya. Pun, aku merasa itu budaya mereka, bukan budaya dari Medan ataupun melayu. But Hey! now,..I feel like I am fully Indonesian, no matter what my ethnic, if it is from Indonesia, I always think that I own it. Mungkin karena aku sedang merantau.

setelah baca sedikit dari mbah gugel, liwetan berasal dari kata "liwet", nasi "liwet" itu berasal dari solo. Yakni, nasi yang dicampur dengan lauk pauk. Sedangkan liwetan biasanya acara makan bersama-sama, berhadap-hadapan berbaris panjang dan di hamparkan daun pisang. Lalu, diatasnya ada nasi dan lauk pauk yang dicampur. Nah, kita makan rame-rame deh.

Sebelumnya, aku pernah makan nasi liwet juga di salah satu rumah teman disini. namun, orangnya hanya sedikit, sekitar 4 orang. Sedangkan hari ini, ada sekitar 70 orang makan beramai-ramai. Rasanya makanannya pun jauh lebih enak dari yang kemarin. Pun, aku sampai makan dua kali.

Menurutku, pengalaman ini membuatku paham lebih baik lagi tentang arti kebersamaan. (What de? terlalu puitis..). Pertama, bahagia itu selalu sederhana, makan beralaskan daun pisang, tapi makannya dengan teman-teman, bisa share pula. tak ada batas yang menghalangi, kita bisa makan punya orang di sebelah kalau kurang (hehe..), atau bisa geser lauknya sedikit ke teman lain untuk berbagi. pun, makan dengan daun pisang bikin tambah lahap. Tadinya rindu kampung halaman, jadi terobati sedikit.

Kedua, makan di lantai tanpa meja, tanpa piring, tanpa sendok. Makan dengan tangan, tangan kanan. semuanya makan dengan cara yang sama. mengartikan kesetaraan. Bahwa, semuanya memiliki derajat yang sama tak perduli siapa kita. Sehingga, saat kita mengobrol dengan orang lain, tak pernah terlintas dibenak kita tentang siapa mereka. tapi pada apa yang kita bicarakan. senyuman, tawa, dan perut kenyang, hanya tinggal menikmati makanan yang dihidangkan.

oh ya, hari ini Mesjid Westall mengadakan acara special, acara kecil perpisahan untuk ibu Herlina dan keluarganya. setelah hampir 4 tahun mereka sudah tinggal disini untuk melanjutkan studi, kini telah selesai dan akan kembali ke tanah air.. Banyak sekali kenangan yang telah ditinggalkan. Tentunya persahabatan dan persaudaraan telah merekat erat diantara kami dan ibu lina. Semoga bisa berjumpa lagi dengan ibu yang memiliki tatapan teduh nan menghangatkan itu di lain kesempatan, Amin.

Oh ya, Mesjid ini juga setiap minggu menyediakan sarapan pagi, para jamaah bahu-membahu memasak,. Tidak hanya ibu-ibu, tapi juga ada para mahasiswa dan jamaah lain. Jadi, bagi kalian yang sedang berada di Melbourne. Bisa ikut serta, setiap minggu pagi setelah sholat subuh. Kalian bisa ikut membawa makanan atau juga makan disana :D alias free food. Hey, luruskan niat.. Oke. Tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani tapi juga rohani gess. Jadi, di hari minggu setelah subuh (iqomah biasanya 40 menit setelah adzan subuh), akan ada ceramah yang diberikan, dan biasanya tiap minggu temanya berlanjut. Misalnya tentang penaklukan Madinah, minggu ini part 1 next week part 2 dst. Where is it? Mesjid westall berada di 130 Rosebank Ave, Clayton South VIC 3169.

Semoga tulisannya bermanfaat. Salam.







Comments

Popular Posts