Powered by Blogger.

Saturday, 29 April 2017

Belajar Untuk Melepaskan

Rhododendron National Park, Victoria, Australia

Terkadang, kita harus belajar melepaskan. bahwa semua yang terjadi mungkin sudah seharusnya kita lewati dengan tabah. Bukan untuk dibandingkan dengan kehidupan orang lain, namun untuk disyukuri agar kita semakin kuat. ya, semakin kuat untuk menjadi yang terbaik dan berbahagia di apa pun kondisi kita.

sebuah ayat mengajarkanku untuk tetap istiqamah. aku tak mau menjadi seorang muslim yang berada di tepi, bersyukur dan taat saat diberikan kenikmatan namun kufur nikmat, mencari bantuan selain Allah saat ujian melanda. Bukannya semakin taat dan tabah, melainkan lari. Padahal, hanya kepada Allah kita meminta pertolongan. Bukankah telah diingatkan bahwa kita semua akan diuji? dan manusia tidak akan diuji melainkan dengan beban yang ia sanggup menerimanya?. Terlalu mudah bukan ujian namanya. Pun, jika terlampau sulit maka ujian itu pasti bukan untuk kita, bukan di level kita. Maka, ujian akan terus menghampiri kita, seperti halnya ujian kelas yang semakin berbeda tingkat kerumitannya. sesuai dengan level kita.

Kehidupan juga bukan hanya ujian. Ya, jika kita hanya takut menghadapi ujian dan belajar maka kuliah di universitas paling ternama sekalipun tidak akan mampu mendidik kita. Kita lah yang memiliki tanggung jawab untuk memutuskan memilih bahagia dengan apa yang ada di hadapan kita. Menghadapi ujian dengan menikmati proses belajar yang kita miliki. mengisi waktu-waktu dengan keterpukauan akan indahnya dunia pendidikan yang kita temukan.

"It is us who can discover the beauty of learning, not the organisation"

I will always believe that organisation can not build our mindset because we can see how people from the suburban, developing countries, or even poor countries can raise successful and inspiring people. However, it also does not mean that the best organisation can not do the same thing, maybe they taught more successful people. It is not about how many people they can raise, the most important point is "there is no best or worst" because everyone is unique, every story is matter.

Setiap cerita yang kita miliki memiliki keunikan tersendiri, bahkan mampu melahirkan kesuksesan-kesuksesan besar dimasa depan. Maka, entah itu rasa sedih, kecewa, marah, sedih, hampa, senang dan bahagia. adalah cerita kita yang sangat penting. maka, jalanilah dengan ketabahan karena setiap rasa akan menghilang dan waktu yang akan membuat semuanya menjadi kenangan. maka, jangan menggenggam sesuatu terlalu kuat hingga kau tak ingin melepaskannya. kecewa? tentu saja. Tapi, sedari awal kita bukan siapa-siapa, datang dengan tanpa hampa, hanya tubuh kecil yang lemah. kita diberikan kekuatan namun itupun hanya sementara hingga tua menghampiri kita, diberi pakaian pun hanya sementara karena tanah yang akan menutupi tubuh kita. semua titipan akan tertinggal. Mimpi, ambisi, angan-angan seakan lenyap kebelakang, seperti asap yang menghilang. maka, jika kita menggenggam terlalu kuat dan harus melepaskan. jangan paksakan sesuatu itu terlalu dalam. lepaskanlah karena mungkin ia akan kembali dengan caranya sendiri. Bahkan saat kita melepaskan kita telah mengosongkan tangan dan membuka kesempatan yang lebih berharga dari apa yang kita genggam.


Percayakan kepada pemilik semesta langit dan bumi. Allah S.W.T bahwa kehidupan yang sedang dan akan kita jalani adalah yang terbaik. perjalanan ini membutuhkan kepercayaan. Seringkali kita meminta kepastian tanpa tahu bahwa hidup selalu berubah dan selalu tidak pasti.

Percayakan kepada Allah. Trust in Allah. bahwa sang maha penyayang sedang menyayangi kita. bahwa sang pemilik kerajaan langit dan bumi sedang mengawasi kita. bahwa Allah adalah penjaga terbaik kita dikehidupan dunia dan akhirat. Bahwa Allah adalah sebaik-baik penolong.

Perjalanan ini melatih kita untuk meningkatkan kualitas kepercayaan kita kepada sang pemberi kehidupan. Sedang kehidupan yang sedang kita jalani ini indah sekali, pemberi scenario terbaik kehidupan kita sedang mengawasi dan melatih kita. maka percayakanlah. jikapun kita harus melepaskan maka lepaskanlah dengan kepercayaan teguh dihati kita bahwa kita akan selalu percaya kepada-Nya.

perjalanan ini pun bagian dari keindahan itu, walau harus melepaskan. Kita masih menggenggam erat kepercayaan kepada sang pemiliki semesta. genggaman ini tidak ada apa-apanya daripada kepercayaan dan keteguhan hati kita untuk Allah. maka, lepaskanlah sesuatu yang mungkin bukan milik kita dan biarkan energi baru merasuk dalam jiwa kita.

Melbourne, 29 April 2017

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About