Powered by Blogger.

Monday, 6 March 2017

Self Acceptance (Terima Dirimu apa adanya)

Halo semuanya,
di tulisan kali ini aku ingin mengutarakan tentang self acceptance. Sebenarnya, ini bukan murni dari sebuah research, penelitian, pengetahuan baru atau apalah. ini berdasarkan pemikiranku sendiri. Jadi, Let's get started.

pernah tidak menyukai diri kita? entah itu, wajah lah, warna kulit lah atau kata-kata yang telah terlontar. Kurang berbobot lah, atau mungkin berat badan. kalau pernah maka kamu tidak sendirian. ada jutaan orang yang memiliki pikiran yang sama, dengan background yang berbeda, budaya yang berbeda, perasaan yang pernah sama. mungkin, bisa dibilang perasaan ini diakibatkan karena kurang percaya diri, ekspektasi yang terlalu besar atau lingkungan.

sebagai makhluk sosial, kita hidup di tempat dimana kita ingin di terima oleh orang lain, termasuk masyarakat. karena itu, kita selalu ingin melakukan yang terbaik dan menjadi lebih di antara teman-teman seangkatan kita. kita takut dengan persepsi orang lain, takut dengan kekurangan diri kita. padahal, hei.. itu kan diri kita. manusia punya kekurangan bukan ? mengapa takut dan menutupinya?

maksudku, bukan berarti itu tidak baik. kekurangan adalah sesuatu yang lumrah dan jika kita bisa menyikapinya dengan baik maka itu bisa menjadi kelebihan kita. misalnya, kita kurang pintar dalam berkomunikasi dengan orang lain, pemalu atau tidak tahu mau mengatakan apa. kita bisa belajar dan mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang di luar batas diri kita. bukankah bisa dikatakan itu kelebihan? ketika kita bisa mengalahkan tembok besar, batas diri kita.

okay, kalau begitu apa yang bisa kita lakukan untuk mengalahkan tembok besar, keterbatasan yang kita miliki?
jawabannya..
penerimaan diri

kita tidak akan bisa merobohkan tembok besar itu jika kita tidak bisa melihat temboknya. begitupun keterbatasan diri kita. kita tidak akan bisa menyikapi kekurangan kita jika kita tidak  mau "berterus terang" kepada diri kita.

mengapa harus berterus terang? kekurangan apa? mengapa kita harus mendengarkan "opini" orang lain tentang diri kita? kita cantik, tubuh kita ideal, kita cerdas, kita punya banyak teman, kita bisa berteman dengan orang lain hanya dengan sekali pertemuan.

okay.. sekarang bukan saatnya untuk memberikan motivasi diri.
sekarang, saatnya untuk menerima diri kita apa adanya, nanti.. kita baru bisa mengatakan "opini" orang lain itu salah. Kita pun tak perlu mendengarkan mereka.

untuk melihat tembok besar, kita tidak bisa melihatnya apabila kita terlalu dekat dengan tembok itu. kita memerlukan orang lain yang berdiri jauh dari kita untuk mengatakannya. "hey, itu ada tembok di depanmu" mereka pun ingin mengatakan "mengapa membiarkan tembok itu disana? padahal dibaliknya ada pemandangan yang lebih baik".

Jadi, ketika kita menerima opini orang lain, ataupun fikiran negative kita terhadap diri kita sendiri. maka cobalah untuk menerimanya dahulu. agar kita mengetahui apa saja kekurangan yang ingin kita miliki. Maka cobalah untuk menelaah apa yang tidak baik, lalu dengan begitu kita bisa mencari jalan keluarnya.

saat kita datang ke rumah sakit dan menjumpai dokter, ia pasti ingin mengatakan "ada keluhan apa?"
jika kita hanya datang kesana, maka dokter se ahli apapun tidak akan bisa mengobati kita, rumah sakit sebesar dan se internasional apapun tidak akan dapat memberikan kebaikan untuk kita, tidak akan mengobati rasa sakit yang kita miliki.

saat pikiran buruk itu membuat kita stress, atau membuat kita tidak percaya diri maka kita harus segera menangkap fikiran tersebut dan mencari tahu, apakah fikiran negative itu benar? kalaupun benar, apa yang bisa kita lakukan untuk mengobatinya? jangan pernah takut untuk bertanya, jangan pernah takut untuk menerima apa yang terlihat "menakutkan bagi kita".

kalau kita tidak melakukannya, maka fikiran negative itu akan menguasai diri kita. membuat kita mencari jalan lain yang tidak memberikan solusi. seperti, membuat kita mendengarkan music yang tidak memberikan kebaikan apapun untuk kita. kalaupun semangat dan kesenangan. maka, setelah lagu itu selesai. kita akan kembali pada masalah kita. kalau musiknya hanya 5 menit, maka kita perlu memutarnya berapa kali untuk membuat kita tetap tergantung dengan penyelesaian seperti ini. kita akan menghabiskan jam-jam yang kita miliki untuk sesuatu yang tidak memberikan solusi. maka, fikirkanlah dahulu.

Aku ingin menyimpulkan tulisan ini sedikit, jadi, ketika kita merasa ada masalah yang membuat kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Entah itu kita merasa "kurang" ini atau "kurang" itu  maka cobalah untuk berhenti sejenak dan ulangi fikiran negative itu. lalu katakana "So what?"

Jika itu sesuatu yang harus kita ubah, maka ini adalah waktu untuk menyelesaikan semuanya, memperbaiki kekurangan yang kita miliki. mungkin, itu adalah alarm yang ada dalam diri kita untuk mengubahnya. Agar setelah itu, kita sampai pada satu tempat yang Allah ingin kita berada disana. Tempat yang lebih baik saat kita ingin bekerja lebih keras.

Semoga, tulisan ini memberikan sedikit pencerahan (ceilah... ) atau motivasi atau inspirasi (hoho..) bagi teman-teman yang memiliki rasa kurang percaya diri dan memerlukan self acceptance agar kita bisa menerima diri kita dengan versi yang lebih baik di kemudian hari, Amin.

yah.. mungkin,,, agak kurang jelas ya, not clearly stated. haha

So... iyah
Jangan lupa bersyukur

Keep positive Mate
Cheers!

Melbourne
March 2017

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About