Powered by Blogger.

Sunday, 11 October 2015

Kehidupan, Se "misteri" itu kah..

ada yang bilang, saat kau memiliki energi positif yang sangat banyak dan kau berbicara dengan orang yang pesimis. maka bisa jadi, mereka jadi merasa positif dan termotivasi, atau kau menjadi pesimis seperti mereka.

sebelum aku bercerita, aku ingin menyampaikan sebuah kabar gembira. namun, belum selesai. tapi insyaAllah aku pasti akan mempostingnya untuk memotivasi banyak orang.

hari ini, aku mengobrol pada seseorang yang sangat kukagumi. kami berbicara tentang rezeki. aku memang tak banyak pengalaman karena semuanya serba ada, tapi aku selalu mencoba untuk membiayai uang saku sendiri. walaupun memang aku tak punya pengeluaran yang banyak. aku juga sadar bahwa aku memang membebani jika aku terus berada dirumahku dan aku harus belajar untuk hidup mandiri dengan segala permasalahan yang akan kutemui nanti.


sekarang, aku memang tak paham, Allah mengatur rezeki dan rezeki takkan datang begitu saja kepada kita tanpa ada rasa percaya dan usaha. dua hal yang sangat berkaitan erat menurutku.

ceritanya begini, ada seseorang yang bekerja siang dan malam, namun ia memiliki rezeki yang pas-pasan sedangkan ada pula yang bisa mendapatkan rezeki dengan sangat mudah dan dia bisa membeli apa saja, pergi kemanapun dengan waktu luang yang ia miliki.

Maha Suci Allah yang memberikan rezeki kepada hambanya tanpa batas. aku percaya bahwa Allah lah yang mengatur rezeki semua makhluk. takkan ada rezeki yang tertukar, sesuap nasipun jika sudah diatur bukan rezeki untuknya maka ia takkan bisa mendapatkannya. sebaliknya, sesulit apapun oranglain menghalangi rezekinya maka Allah tidak akan mengizinkan ia menghalanginya.

kehidupan, se misteri itu kah?
satu hal yang membuatku berfikir tentang sebuah ayat yang mengatakan bahwa jika manusia berdoa untuk dunia saja, maka ia akan mendapatkannya.
dan jika ia berdo'a untuk dunia dan akhirat maka ia pun akan mendapatkannya
juga sebuah ayat yang mengatakan bahwa Allah mengabulkan semua do'a hamba-hambanya. membuatku yakin dengan sifat Allah yang maha pemurah, kita pun akan diberinya rezeki apabila kita meminta dan percaya. Allah selalu mendengar do'a kita, memberikan petunjuk kepada kita dan melengkapi diri kita.

"Maka di antara manusia ada yang berdo'a, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. dan diantara mereka ada orang yang berdo'a, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka," Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya." (Al-Baqarah : 200-203)

saat perbincangan tersebut, berkali-kali ia tak bisa menerima teori yang kuberikan. bukan ayat diatas, namun pemikiranku tentang rezeki bahwa Allah akan memberikan keajaiban jika kita berserah diri pada-Nya dan tidak mengandalkan diri kita saja. ia berfikir secara logika, bahwa kita harus mencari uang dan untuk melengkapi kebutuhan tak terduga haruslah menabung untuk menghindari hutang dan meminta-minta.
namun, aku yakin bahwa Allah akan selalu memberikan kita rezeki, dan tak perlu takut untuk menggunakannya untuk keperluan lain untuk membuat hati kita lapang. seperti membenarkan kereta yang rusak, atau hal-hal teknis lain dalam rumah tangga.

jika aku berada di posisinya, aku pun tak bisa dan bahkan tak sanggup. aku ingin membantunya namun mungkin memang ini adalah jalan kehidupan. sebuah cerita kehidupan yang tak bisa kita mengubahnya karena memang begitulah ketetapannya. ada qada dan qadar yang harus kita yakini.

dibalik itu. untuk semua orang yang ingin sukses. yakinlah bahwa Allah adalah sang Maha. qada dan qadar harus kita yakini. sebagaimana pula sebuah ayat yang mengatakan bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka.

sejujurnya, saat memberikannya pandanganku agar ia bisa hidup lebih baik. niatku hanya ingin ia hidup bahagia. tapi, disisi lain aku tak bisa memaksakannya apa-apa karena ia sedang berada di posisi seperti ini. yang bisa kulakukan hanyalah berdo'a dan berusaha membantunya sebisa mungkin.

kehidupan adalah cobaan. ada fase dimana kita tak bisa berbuat apa-apa karena keadaan yang membuat kita seperti itu. aku paham itu.

semuanya membuat aku merasa bersalah telah mengatakan itu padanya. aku memaksakan pemikiranku dan kepercayaanku karena aku begitu bersemangat dengan kehidupanku saat ini tanpa memikirkan kondisinya.

kehidupan adalah sebuah cobaan. sebisa apapun kita harus berusaha yang terbaik, ketakutannya tak akan mengubah pandanganku. aku akan tetap percaya dengan apa yang kuyakini karena hal positif akan memberikanku kehidupan yang lebih baik dari pada ketakutan.

aku akan berjalan terus, dan mempraktekkan teoriku. aku memiliki keyakinan bahwa Allah adalah sang Maha, yang menguasai kehidupan dunia dan akhirat.

adalah bekal dunia dan akhirat yang harus diseimbangkan dengan baik. dengan waktu yang tak seberapa kita harus menggunakannya dengan sangat baik. Semoga Allah memberikan kelapangan bagi hati kita dan rezeki yang berkah untuk kita semua, Amin ya Rabbil alamin.

Keep Positive Everyone!



No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About