Powered by Blogger.

Wednesday, 2 September 2015

Count On Yourself

terkadang, kita harus bisa mendengarkan kata hati kita. bergantung pada Allah dan percaya bahwa segala yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik. sulit terkadang untuk hanya percaya pada kata hati sedangkan apa yang ada membuat kita sulit untuk menentukan pilihan. satu hal yang pasti bahwa pilihan akan selalu datang, dan ragu-ragu tidak akan menyelesaikan masalah walau kita telah memilih satu. akan ada penyelesalan dalam hati walaupun itu baik untuk kita. sedangkan memilih dengan percaya diri dan hati yang mantap akan membentuk kekuatan dalam diri kita bahwa kita bisa dan kita bisa berjalan dengan penuh percaya diri kedepan. apapun yang ada disekitar kita, siapapun yang ada disamping kita dan apapun yang terjadi pada diri kita.

terkadang, aku masuk dalam sebuah pilihan dan aku harus menyatakan ia atau tidak. bisa atau tidak bisa, mau atau tidak mau. dan aku bukanlah seorang pemilih yang ulung. sulit terkadang untuk mengatakan tidak pada satu kesempatan. hingga tulisan ini dimuat, masih ada ragu untuk melangkah. tapi, aku tak ingin itu terselip dalam hatiku. hatiku telah mantap dan segala ragu akan kuusir dari fikiranku.

sebenarnya, kita akan selalu tahu jawaban dari masalah kita, namun entah mengapa ada naluri untuk bertanya kepada oranglain, yang mungkin lebih tua, yang lebih percaya diri dan lebih berpengalaman dalam kehidupan. lain lagi, kita bisa melihat sisi lain dari sudut pandang orang lain mengenai masalah kita. walau apapun yang dikatakan oleh oranglain, hati kita akan menjadi saksi bisu atas apa yang kita rasakan. terkadang, apa yang ada dihati bertentangan dengan kata mereka. namun, percayalah bahwa apapun itu kita tetap bisa bertahan dan memutuskan sesuatu dengan baik.

ada naluri untuk menjadi manusia seutuhnya dalam diri kita. untuk mandiri dan hidup dengan kuat. maka kehidupan datang menghampiri kita untuk memberikan kesempatan untuk bertanding, kesempatan untuk berlatih dan kita hadir disini untuk itu.

maka, siapa yang kuat akan menang dan siapa yang lemah akan kalah. hukum alam yang berlaku hingga akhir zaman. kekuatan pun jangan disalah artikan, banyak sekali bentuk-bentuk yang tak terdefinisikan oleh akal manusia. bahwa kekuatan bisa jadi berbentuk lembut, kekuatan bisa jadi berbentuk kekalahan atau kelemahan.

maka.. siapakah sang pujangga itu yang membisikkan kata. bahwa kehidupan ada untuk dihadapi bukan ditakuti. pilihan ada untuk dimiliki bukan disesali.

terkadang, kita bukanlah jenis manusia yang kuat dan masa bodoh dengan kesempatan. seringkali, bagi orang yang tak pernah memiliki kesempatan, yang berjuang keras selama bertahun-tahun untuk memiliki kesempatan memahami betul apa arti kesempatan yang datang. tanyakan pada mereka apa arti kesempatan, lihatlah mereka saat diberi kesempatan, maka mata mereka akan berbinar indah dan tubuhnya akan hidup seketika.

salahkah jika seorang hamba tak mengambil kesempatan?
tak juga, terkadang kita telah membuat pilihan yang tepat untuk mengatakan tidak. terkadang, kesempatan datang dengan berbagai jenis, menyembunyikan sisi kehidupan lain yang tak diketahui oleh siapapun.

maka, daripada sibuk memikirkan kita jenis manusia yang mana, lebih baik terus berjalan dan percaya diri dengan semua pilihan yang ada. bahwa semuanya berasal dari hati, dan niat menjalankannya adalah untuk kebaikan.

Keep Positive Everyone!

1 comment:

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About