Powered by Blogger.

Friday, 28 August 2015

Seleksi wawancara lpdp batch 3

Alhamdulillah, alhamdulillahirrabbil alamin. Kata itulah yang berulangkali terucap saat mendapatkan sms dari lpdp bahwa saya lulus dan masuk dalam tahap wawancara. Perasaan yang tak tergambarkan, namun saya mencoba untuk tenang dan menyikapinya dengan tak berlebihan. Karena kesempatan ini harus disikapi dengan bijak, harus belajar lebih banyak lagi.

Hari yang ditunggu tunggu pun tiba, pada hari rabu, 26 Agustus 2015 pukul 7.30 saya tiba di gedung keuangan negara, jl.diponegoro Medan. Sekitar 111 orang yang berasal dari sumatera seperti aceh, bengkulu dan riau berkumpul disana.

Saya mengisi formulir dan melihat situasi. Berhubung jadwal saya dihari pertama adalah verifikasi dokumen pukul 1. Maka saya memilih mencari teman dan mengobrol. Disana, saya bertemu dengan m.junita. yang akan mengambil jurusan pendidikan perancis di paris.

Untungnya.. saya memilih stay dan mengobrol. Akhirnya pukul 11 saya sudah selesai. Waktu yang lebih cepat dari biasanya. Setelah itu saya langsung pulang agar bisa istirahat penuh setelah seminggu beraktifitas tanpa henti.

Hari kedua, saya mencoba datang lebih cepat. Namun.. nyatanya saya sampai pukul 7.30. Jadwal penulisan essai 08.00. Alhamdulillah tepat waktu. Saya dan lima orang lainnya diarahkan ke ruang menulis essai. Yang setiap orang mendapat satu meja kerja dan kertas. Ada dua tema yang dapat dipilih untuk menulis esaai. Penilaian dilihat dari tata bahasa dan ide yang diberikan. Juga ditema tersebut ditanyakan, Apakah setuju atau tidak dengan statement dan memberikan argument. Waktu yang diberikan 30 menit. Ada selembar kertas yang disediakan.

Selanjutnya, kami langsung ke ruang lgd. Jadwal kami berdekatan dengan menulis essai. Saya mencoba masuk ke ruangan. Ternyata belum boleh masuk karena belum dipersilahkan. Pantas saja wajah para psikolog terkejut saat melihat kami. Ada dua psikolog yang memantau. Kita diberikan kebebasan untuk berdiskusi tanpa diatur oleh para psikolog.

Dalam grup kami. Kami memilih seorang senior untuk menjadi moderator. Diskusi dijalankan dengan memberikan pendapat satu persatu dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan.

Setelah itu. Kami berjalan kembali ke aula untuk wawancara. Saya mengobrol dengan sari dan dian. Teman dari aceh dan siantar. Mereka sangat baik dan lagi.. sari berulangkali memikirkan wawancaranya yang menurutnya kurang memuaskan karena dia cukup grogi saat wawancara.

Tiba saat wawancara. Saya bertemu dengan para senior dari akademisi dan psikolog. Seorang ibu paruh baya dari semarang dan lainnya, bapak bapak tang sangat ramah dari yogyakarta. Alhamdulillah.. hal hal yang ditanyakan seputar essai, pengalaman pribadi dan organisasi. Sayang, saya tak memiliki jawaban yang memuaskan tentang prestasi terbesar saat organisasi. Yang menurut pak setiabudi harusnya ada gebrakan dan ide yang saya luncurkan disana. Sesuatu yang membanggakan. Tak terpikir bagi saya, apa itu..

Sekitar 40 menit, wawancara berjalan. Wawancara pun selesai dan diakhiri dengan baik. Saya keluar dan memutuskan untuk pulang.

Ternyata, diluar saya bertemu dengan junita. Kegiatan pun ditunda hingga istirahat dan kami makan siang. Kami juga bertemu dengan endah dan lidia. Ironinya.. mereka yang dari batam malah mendapat pengalaman hampir di jambret ditengah kota. Saya pun mencoba untuk memastikan pada mereka bahwa kota medan itu cukup aman selain itu juga, banyak polisi yang berjaga dan ditengah kota biasanya jarang terjadi hal seperti itu.

Sepulangnya.. saya pun pulang dengan perasaan galau. Ini tak bisa dituliskan. Tak bisa tidur padahal sudah lelah dan tak bisa cerita padahal sudah mumet. Saya yakin.. perasaan ini berharga untuk mengajarkan saya untuk tawakkal setelah berusaha. Mengikhlaskan hasilnya kepada Allah.

Semoga saya bisa lulus dan belajar lagi. Amin ya rabb

Finally
Keep positive everyone!

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About