Powered by Blogger.

Wednesday, 22 July 2015

Pelajaran Hari ini, Move on

hari ini ada sebuah cerita yang sepertinya harus dan sangat harus kuceritakan kepada dunia
sebuah kisah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun tak pernah kita memahaminya.
saat itu, aku tengah pulang dari suatu tempat yang cukup jauh, butuh waktu 30 hingga 40 menit untuk sampai kerumah. dan angkutan umum menjadi pilihan untuk berangkat pulang.

ya, berangkat pulang. aku tak tahu terkadang ada banyak pilihan yang lewat dalam hidup kita, seperti halnya angkutan umum yang silih berganti lewat, ada angkutan yang cepat, ada yang lambat, ada pula yang baru, yang rusak-rusakan, yang sempit atau yang tak ada orang didalmnya. kita mungkin punya sedikit waktu untuk melihatnya, atau bisa sedikit bersabar untuk memilih angkutan yang nyaman ditengah terik matahari.

sama halnya pula dengan angkutan, mereka punya tujuan. terkadang, bukan masalah cepat atau lambat namun nomor-nomor, warna-warna yang ada pada angkutan selalu menandakan kemana mereka hendak menuju. begitupun kehidupan, kau harus pintar memilih angkutan yang bisa membawamu pada tujuanmu sebelum kau asal memilih angkutan yang tepat untukmu.

tapi, ini bukan berbicara tentang angkutan saja. ini juga tentang angkutan yang kunaiki. sempit memang, namun cukup untuk satu orang penumpang yang duduk di ujung dekat pintu. ada dua orang bapak-bapak yang membawa tong dikakinya, satu tas kecil namun panjang didekat pintu. lainnya, kebanyakan mereka membawa tas, mungkin pulang kampung atau apalah namanya. berhubung saat itu masih dalam suasana lebaran.

pada akhirnya, setiap orang yang turun, membuatku ikut turun. tak lama kemudian penumpang lain turun.

kedua kalinya pun begitu, satu orang bapak yang ada dihadapanku menyuruhku untuk turun. parahnya, orang yang ada disebelahku tak mau bergeser agar orang yang turun dapat leluasa lewat. hingga akhirnya ia turun lagi, dan mau tak mau aku pun harus turun lagi. sang kakek menyuruhku untuk turun. "turun dulu.. turun" ujarnya.


disitu, aku mulai diujung kesabaran. ini ketiga kalinya. apa jika ada yang turun lagi aku harus turun juga? hmm.. tas siapa ini yang membuatku bolak balik turun. pasti tas kakek ini, fikirku.
hampir saja aku mengambil uangku dan pergi menaiki angkot lain. tapi, aku memutuskan untuk bersabar sedikit. tempat duduk pun sedikit lenggang. akhirnya aku naik lagi.

saat ada seorang kakak, yang badannya cukup gendut masuk. akupun membiarkannya duduk disebelahku. diujung pintu. tas itu masih ada didepan kakek itu, dan aku ingin melihat, apakah ia akan menyuruh kakak ini turun? begitu egois sang kakek, fikirku lagi.

seperti yang kuduga.. (Hm... sudah kuduga) seorang penumpang bersama keluarganya yang duduk dipaling belakang turun. ia pun tak bisa lewat dan akhirnya sang kakek untuk keempat kalinya menyuruh kakak tersebut turun. jadilah mereka turun sekeluarga. dan ternyata itu adalah tas si bapak.
tak perlu waktu lama, kakak tersebut naik ke angkutan itu lagi namun tempat duduknya berpindah. ia tak lagi duduk disitu dan duduk disamping jendela. otakku mulai berjalan.

sebuah pelajaran untukku, bahwa apabila kita berada ditempat yang salah berulang-ulang, kita akan diperlakukan sama. tak perduli siapapun itu, apabila berada dikondisi yang sama maka akan diperlakukan sama.

siapapun yang duduk disitu akan disuruh turun oleh sikakek. siapa yang mau?

dan kakak itu berpindah dengan cepatnya, berbeda denganku yang mempertahankan posisi dudukku sedari tadi. pantaslah aku disuruh turun karena aku berada diposisi yang salah.

pelajaran berharga ini membuatku bersyukur bahwa tadi aku bersabar. seandainya saja aku memilih untuk pindah angkutan umum. mungkin aku bisa duduk dengan nyaman namun tak mendapatkan pelajaran berharga ini. terkadang, kita hanya berfikir pendek untuk menyelesaikan masalah, namun dengan angkutan yang sama namun posisi duduk berbeda kita akan merasakan kenyamanan yang sama.

dan kuharap posisi dudukku saat ini tepat, dan dimanapun berada akan tepat. sama halnya dengan negara ataupun dunia ini. dimanapun aku berada aku dapat nyaman dan berada ditempat yang tepat, jikapun salah, aku harus segera membetulkan posisi dudukku, atau mungkin berpindah agar tak lagi dalam kondisi yang sama.

aku pun teringat kata seorang tokoh terkenal, presiden soekarno, jangan berharap hasil berbeda jika melakukan hal yang sama.

besok, aku ingin bangun lebih pagi, sholat di awal waktu dan tidak lagi sibuk dengan hal tak penting yang akhirnya menunda pekerjaannku. ya, Aku akan melakukan hal berbeda kali ini.

Keep Positive Everyone !

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About