Powered by Blogger.

Tuesday, 2 June 2015

Mensyukuri Segalanya

ada seorang dokter yang mengatakan bahwa aku selalu merengut. tak ada senyuman sedikitpun, padahal rasanya aku sudah ramahnya minta ampun. memang, mungkin pada sebagian kehidupan yang kumiliki aku jarang tersenyum. but I am friendly. aku mencoba untuk ramah sebisa mungkin. well, in fact, aku cukup sulit untuk berteman. I don't know why. tapi kuaku sejak kecil, aku memiliki orang-orang yang tidak menyukaiku. entah itu karena aku tak pandai berteman dengan mereka atau ada banyak kesalahan yang kulakukan hingga mereka tak menyukaiku. tapi, itu bukanlah masalahku, melainkan masalah mereka. karena anehnya, mereka yang menjadi musuh pada awalnya, malah menjadi sahabat.

hal itu selalu terjadi, mulai dari SD, - aku sempat pindah SD dan hal itu terjadi lagi di sekolahku yang baru-. kurasa hal tersebut tak terjadi di SMA dan SMP. mungkin karena aku lebih pendiam dan takut untuk berteman. di SMP, aku sempat pindah dua kali,

tapi, hal-hal yang pernah terjadi itu menjadi pelajaran bagiku, untuk pandai-pandai dalam memfilter teman. hingga aku bisa fokus pada orang-orang yang menyukaiku, teman-teman yang saling mendukung dan berbagi satu sama lain.


aku selalu mencari cara bagaimana agar mendapatkan kebahagiaan dalam hal-hal yang tak kusukai. terkadang, aku merasa bahwa aku terlalu bodoh mau untuk menjadi orang yang sangat baik. tapi, tak masalah bagiku untuk melakukan kesalahan dan belajar darinya. hingga aku takkan mengulangi kesalahan tersebut diwaktu yang tepat.

aku akan selalu mencari cara bagaimana agar diriku aktif dan jauh dari membuang-buang waktu.

oh ya, satu hal lagi yang ingin aku lakukan adalah, aku ingin sekali membuat diriku teratur. aku tahu, aku adalah orang yang lebih condong pada kreatifitas dan kebebasan. ada dua hal yang kulihat dalam diriku jika dibandingkan dengan orang lain. aku melihat kamar seseorang yang menggunakan sticky notes warna warni dengan sangat detail dan teratur.

saat aku menyadari bahwa aku pun menggunakan sticky notes, aku tersenyum sendiri karena bagaimana aku menyusunnya jauh berbeda dari apa yang dilakukannya. jika ia menggunakan kertas A4 dan menyusunnya teratur hingga penuh dengan warna-warna yang teratur pula. maka sangat berbeda denganku. kau bisa lihat disini.

tak ada yang salah, keduanya adalah seni dan yang terpenting adalah fungsinya sama dan aku pun dapat menambah keindahan dikamarku.

terkadang, aku cepat panik. kurasa, aku selalu takut dan menghindar untuk melakukan sesuatu. seperti saat aku ingin sholat dirumah orang lain, itu adalah hal yang tak nyaman buatku, jadi aku pulang cepat, padahal aku sangat ingin berada disana berlama-lama.

dan lagi, saat ada hal yang lebih urgent dan orang lain tak mengetahuinya, aku menghindar untuk menyelesaikan terlebih dahulu karena aku tak mau orang lain menunggu. tapi, akhirnya aku malah menyusahkan diriku dikemudian hari dan terkadang menjadi sesuatu yang sangat memalukan. seharusnya, aku bisa lebih memperhatikan mana yang prioritas. kalau perlu, aku bisa berhenti sejenak untuk menyelesaikannya. tanpa takut orang lain akan marah ataupun terganggu. sebisa mungkin, aku harus membuat orang lain nyaman. dan aku harus mandiri dimanapun aku berada.

bagaimanapun, aku adalah seorang manusia dan aku bisa berubah. ya, harus kupatrikan dalam diriku hal-hal seperti itu. ini akan menjadi masa lalu dan aku akan mengukir masa depan yang lebih baik hingga hal tersebut menjadi kepribadian yang akan mengisi kehidupanku setiap hari. tak masalah jika aku pernah salah, aku tidak akan masuk kedalam lubang yang sama. cause I am human, I can learn, Must learn.

well, I hope you can review your mistake and make your future better because experience is the best teacher.

then, good bye everyone, you can share here what is your mistake and what will you do next time in the future.

Keep Positive Ya,,,


No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About