Powered by Blogger.

Thursday, 16 April 2015

Tanyakan pada dirimu, "Apa yang ingin kau lakukan"

pertanyaan ini telah berulang kali kutanyakan pada diriku, apa yang ingin aku lakukan? well, saat aku tamat sma, aku mati-matian belajar untuk masuk universitas negri, tanpa tahu kemana arahnya nanti yang terpenting adalah menjadi kebanggaan dan bisa menjadi mahasiswa cerdas yang masuk universitas. namun, kehidupan memberikanku jalan lain, aku tak lolos dan malah masuk ke universitas swasta, yang mengajarkanku banyak hal dan memberikan kemampuan yang sangat aku butuhkan. menulis.

setelah aku tamat dan merasa bebas. teman-temanku semua sudah mendapatkan pekerjaan. sedangkan aku masih bertahan dengan bisnis kecil yang sedang kujalani dan juga menulis. untungnya, universitasku memberikan fee bagi alumni ataupun mahasiswa yang menulis. jadilah aku bisa menabung dan juga mendaftarkan diriku ikut toefl. agar aku dapat kuliah diluar negri.

aku juga dapat membeli carger ori dengan uang itu, Alhamdulillah semuanya tercukupi. tapi, satu pertanyaanku lagi, apa aku akan terus begini saja? tentu tidak. namun, saat mereka memintaku untuk menjadi guru, aku terdiam dan ingin memilih lari dari situasi ini.

bukannya tak suka, guru adalah seorang yang sangat mulia. namun, bekerja secara riutin dengan rutinitas yang sama bukanlah tipeku. aku sangat sering bosan. dan hampir empat tahun aku telah menjadi guru, walaupun tutor anak-anak paud namun aku menikmatinya, dan aku yakin sekarang waktunya untuk mencari pengalaman yang lain lagi, menjadi seorang enterpreneur dan memiliki usahaku sendiri.

untuk itulah selesai tamat kuliah, bukannya membuat cv aku malah membuat brosur untuk membuka tempat les. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. namun pada bulan ketiga semuanya bertimbal balik. mungkin, karena aku tak sepenuhnya berada dalam urusan ini. lagi-lagi aku mencoba lari dari kenyataan bahwa aku membukan sebuah usaha dan berlari ke lain arah, mencari pekerjaan. sangat aneh, namun itulah yang kurasakan.

lagi-lagi, saat aku sudah membuka bisnis dan sekarang seperti halnya debu, aku ingin bangkit lagi. ingin lagi menjadi seorang pengusaha. aku tak tahu caranya, apakah aku harus mengubah cara pandangku atau aku harus menggunakan apa yang ada untuk mewujudkan impianku. walaupun aku tahu, terkadang, untuk sampai pada tujuan kita mungkin akan berbelok dahulu, mungkin tuhan tahu, jika aku berjalan lurus, diseberang sana ada jurang yang tak bisa kulewati dan akan membuang waktuku untuk berjalan balik.

aku terus berbaik sangka. dan aku mensyukuri segala apa yang diberikan kepadaku. aku takkan berbelok lagi. saat semuanya sudah tercukupi dan aku harus belajar untuk toefl. aku takkan lagi mencari hal lain, karena aku telah berusaha keras hingga saat ini agar mendapatkan tiket untuk kuliah diluar negri. soal jurusan apa yang akan kuambil, aku berharap akan mengambil jurusan enterprenuer. andai ada sebuah universitas yang memberikan pengalaman dan sebuah wadah untuk memulai usahaku sendiri, membantuku membangun usaha ini hingga besar. aku akan senang sekali. karena jika pun aku mengambil enterpreneur, aku berharap universitas tak hanya mengajarkan teori saja, yang harus dihafal. namun sebuah skill yang dapat memberikanku pengalaman dan kesempatan untuk memulai. semoga, aku bisa mendapatkannya.

sekarang, tugasku adalah memiliki toefl dengan nilai yang tinggi 650.
saat ini, bisnis kecil yang kukerjakan akan tetap kulanjutkan tanpa rasa beban dihatiku. aku ingin, menjadi seseorang yang sukses dan bisa menginspirasi banyak orang kelak. semoga.

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About