Powered by Blogger.

Thursday, 26 February 2015

Saat Allah mencukupimu

Ada banyak cerita tentang kehidupanku yang penuh dengan tanda tanya. hingga suatu saat ada waktu dimana aku benar-benar dicukupi untuk melakukan kebutuhanku. jadi, ceritanya begini..

saat itu, umurku 21 tahun 305 hari. tepatnya dua bulan lagi, aku akan menjadi 22 tahun. umur dimana aku mengharapkan kesuksesan ada disana. tampaknya ada, dan aku bisa merasakannya, aku membuka bimbel sendiri, memulai karir dengan mendirikan PAUD bersama ibuku, dan juga mengajar private.

hal yang sangat menyenangkan saat aku sudah memiliki bimbel sendiri, juga dua orang teman yang membantuku. juga, beberapa orang yang belajar bersamaku. jika dikatakan mengharapkan uang, aku tak begitu.. walaupun aku sadar bahwa aku harus belajar untuk memanage keuanganku. aku sangat royal. aku tak perduli, karena aku merasa bahwa uang adalah alat. aku benar-benar ingin menjadikannya alat yang akan bekerja untukku, bersama sistem. hingga aku hanya perlu mengeluarkan ide dan bisnisku berkembang terus menerus. sebuah mimpi indah dimasa depan.

aku melihat, merintis merupakan hal yang membutuhkan konsistensi dan kesabaran. semuanya harus ditekuni dengan baik. tapi, aku tak melihat perkembangan yang signifikan. aku ingin sebuah perubahan besar dalam diriku. aku tahu, memulai sesuatu tak mudah, dan berhenti lalu memulai lagi benar-benar tak mudah. karena itu, aku harus konsisten dengan apa yang sudah kumulai saat ini.

karena pemikiran itulah, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan. aku memiliki beberapa uang. namun aku ingin menginvestasikannya untuk kegiatan toefl. kuharap, aku bisa mendapatkan toefl 550 agar aku dapat mengambil kuliah di luar negeri. aku tak ingin lagi, belajar karena menginginkan ijazah. aku benar-benar ingin belajar untuk sebuah ilmu. bukan agar cepat selesai, atau nilai semata.

karena alasan itulah, jikapun aku lulus, aku tetap ingin menjadi seorang enterpreneur. ini lebih menyenangkan ketimbang memiliki rutinitas yang sama, harus mengikuti prosedur yang mereka buat. hei.. ini bukan alasan. atau.. mungkin memang alasan.

pokoknya, aku ingin mencari pekerjaan. aku ingin seperti oranglain yang memiliki pekerjaan, tapi, aku tak suka dengan sistem robot. tapi, kurasa, jika ingin sejahtera, aku harus bekerja. tapi, kufikir lagi, mengapa tidak aku melihat bagaimana mereka bekerja. toh, suatu saat aku juga harus keluar untuk ekspansi bisnis dan belajar bisnis dari orang lain.

itulah akhirnya, aku harus menyiapkan segala hal. namun, karena kau terlalu boros, uangku tak lagi ada. aku pun mengambil uang 100 ribu dan pergi. untuk foto aku mendapat tagihan 40rbu. lalu fotocopy 25ribu. tak sampai disitu, aku beli minuman 4000 juga bayar parkir 5000. dan hebatnya aku pun harus bayar expo 25ribu.

tapi aku tak menyerah, kukerahkan semua uang yang ada didompet untuk melamar dua buah pekerjaan. aku tak menyesalinya karena aku belajar sesuatu. bahkan untuk bekerja pun memerlukan banyak perjuangan, waktu, tenaga dan semuanya. karenanya, aku harus cerdas dan berani kreatif dan memiliki ide cemerlang. aku harus bisa bersosialisasi dengan oranglain dengan baik. untuk kerjasama, membuat orang tertarik. semuanya membutuhkan ilmu dan keahlian.

kunci sukses, yang membutuhkan latihan.

tapi aku juga belajar bahwa Allah memberikan sebuah beban berdasarkan apa yang bisa kulakukan. aku bingung sekali ingin jadi apa, bekerja apa, jadinya aku pun dicukupi dengan uang yang kumiliki. untuk sebuah pengalaman hari ini yang aku belajar banyak darinya. terimakasih. Alhamdulillah

dan kuharap Allah akan memberikan kecukupan untuk semua hati untuk bersyukur seluas lautan dan hidup dalam kehidupan impiannya masing-masing. Amin

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About