Powered by Blogger.

Thursday, 11 September 2014

Pariwisata Indonesia, Apa Cerita? (Pariwisata Harian Analisa/Minggu, 20 Juli 2014)


Dapat Dibaca disini
Pariwisata Indonesia, Apa Cerita?
Oleh : Khairun Nissa
            Pariwisata bisa dijadikan sebagai salah satu pilar dalam pembangunan ekonomi bangsa. terbukti, saat ini sektor pariwisata untuk devisa negara telah menyumbang US$ 10 Miliar. Angka ini tentu memberikan kontribusi yang besar untuk pembangunan ekonomi di Indonesia. dengan membangun sektor pariwisata, sama halnya dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut serta didalamnya dengan berfikir kreatif, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka usaha sendiri diwilayahnya.
Seperti yang dilansir oleh tempo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengklaim sumbangan sektor pariwisata untuk devisa negara mencapai US$ 10 miliar. Jumlah ini, menurut Mari, membuat sektor pariwisata berada di posisi ke-4 setelah migas, batu bara, dan kelapa sawit sebagai penyumbang devisa negara. Di bidang ketenagakerjaan, ucap Mari, pariwisata mampu menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja. Untuk itu, Mari menganggap pembangunan berkelanjutan sektor pariwisata sangatlah penting.

Menjaga Kekayaan Alam
Indonesia memiliki 17.504 pulau, dimana 7870 pulau tersebut telah diberi nama dan sisanya belum. Pun data tersebut masih belum valid, pada Agustus 2010 Kementrian Kelautan dan Perikanan melakukan revisi tentang jumlah pulau yang dimiliki Indonesia dari 17.480 pulau menjadi 13.000 pulau.
Dari banyaknya jumlah tersebut, hanya satu pulau yang bisa dikatakan cukup terkenal dan diminati yakni bali, padahal, sangat banyak tempat yang bisa dikunjungi dan bisa dijadikan tempat alternatif lain untuk menikmati panorama Indonesia. seperti Raja Ampat, pulau Komodo, Bunaken, Toraja, Bromo, Lombok, Candi Borobudur, Danau Toba dan lainnya.
Telah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kekayaan alam di Indonesia. dengan mengusung slogan “wonderful Indonesia” untuk memperkenalkan keindahan Indonesia pada dunia, kita pun harus serta merta ikut dalam meningkatkan sektor pariwisata tersebut. Salah satunya adalah dengan mencintai negeri sendiri. jangan sampai, kita malah memilih impian untuk mengunjungi negara lain, padahal indonesia memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi. Selain itu dengan membiasakan diri tidak membuang sampah sembarang juga akan berdampak pada lingkungan wisata dan image bangsa.
Kedua hal tersebut tentu akan berpengaruh bagi kehidupan kita, sampah telah menjadi masalah sejak lama. Bahkan banjir yang mengingatkan kita setiap tahun untuk menjaga aliran tanpa sampah, tetap saja terjadi dan menjadi berita utama diakhir musim penghujan.
Dengan meningkatkan sektor pariwisata, dan ikut menjaga lingkungan tetap bersih. Tentunya, akan memberi keuntungan yang sangat besar bagi masyarakatnya. Generasi selanjutnya mendapatkan lingkungan yang sehat, dan juga warisan bumi yang masih tetap terjaga sebagai investasi dari kita.
Dari kabar baik diatas, tentu masih ada kelemahan dari sektor pariwisata kita, salah satunya adalah infrastruktur. Akses jalan menuju tempat-tempat pariwisata yang memiliki potensi alam luar biasa masih jauh dari jangkauan pemerintah. Jalan yang rusak, sistem birokrasi yang sulit, masalah transportasi, dan penyediaan informasi yang dibutuhkan masih jauh dari harapan.
Berdasarkan laporan, Singapura menempati urutan pertama negara ASEAN dengan sektor pariwisata yang paling menarik bagi investor, disusul Malaysia dan Thailand di tempat kedua dan ketiga. Negara ASEAN lain seperti Brunei Darussalam, Indonesia, dan Vietnam dikategorikan sebagai negara yang memiliki potensi di bidang wisata, namun masih memiliki berbagai kelemahan.  Beberapa kelemahan sektor wisata negara-negara ASEAN yang disorot dalam laporan tahun ini adalah infrastruktur kurang memadai dan perhatian terhadap lingkungan yang masih kurang. (Suara Pembaruan)
Fasilitas
Penulis pernah berkunjung disebuah tempat pariwisata yang baru dibuka beberapa bulan lalu. Air terjun tero-tero yang terletak di Kota Binjai, Sumatera Utara. Jaraknya tak jauh dari pusat kota, hanya dua setengah jam. Cukup dengan menaiki kereta api Medan – Binjai. Dari sana, kita perlu menggunakan kendaraan sendiri, atau menyewa angkutan karena tak ada transportasi umum menuju kesana.
Aliran sungai dari kolam abadi memberikan kesan cukup menakjubkan. Tak banyak orang yang datang, bahkan disaat liburan. Namun, yang menjadi masalah adalah fasilitas menuju kesana masih sangat alami. Tentu hanya orang muda dan sehat yang bisa sampai disana. Selain itu, sampah. Kami heran, bahkan ditempat yang jarang dikunjungi, sampah plastik sudah merusak beberapa spot di air terjun tersebut, terlebih juga dapat menjadi biang penyumbatan aliran air. Sampah disana kebanyakan adalah botol plastik, tersangkut di batang besar. sulit untuk membersihkannya karena sampah tersebut dekat dengan air terjun. Kalau sudah begini, percuma saja jika banyak pengunjung yang datang, malah merugikan potensi alam disana untuk jangka panjang.
Tak sampai disitu, jalan pulang dari tempat tersebut pun sangat berbahaya. Fasilitas untuk melewati tebing curam hanya seutas tali untuk berpegangan dan pijakan setapak. Dengan kondisi tersebut, sangat membahayakan. Namun, potensi alam disana sangat besar, terlebih panorama sungai yang berhimpit tebing akan memberikan pengalaman berbeda. Tempat seperti itu mungkin jauh dari perhatian pemerintah. Mengingat tempat pariwisata yang sudah terkenal sajapun tak terawat. Bali misalnya, saat sore tiba, sampah mulai bertengger di pinggir pantai kuta. Padahal, sore adalah waktu yang tepat untuk melihat sunset dipinggir pantai. Pemandangan ini sangat mengecewakan mengingat orang yang datang kesana untuk melihat keindahan dan pemandangan yang indah, bukannya sampah.

Sampah
Tak ada artinya apabila kita memiliki banyak keindahan alam, apabila tempat wisata tersebut dipenuhi dengan sampah. Tidak hanya sampah yang ada dijalanan, namun yang ada disungai. Kebiasaan masyarakat kita membuang sampah disungai tidak bisa ditolelir lagi. penggalakan membuang sampah ditempatnya tampaknya tidak dibarengi dengan keadaan dan kesadaran masyarakat.
Kita tahu bahwa rata-rata sungai kita dikelilingi oleh rumah-rumah dikiri kanan, dan sulit untuk truk sampah memasuki wilayah perumahan pinggir sungai. Karena itu, larangan “Dilarang membuang sampah disungai” tak dibarengi dengan solusi bagi masyarakat untuk membuang sampah mereka dengan mudah, tanpa membuang disungai dan melatih dirinya hidup bersih tanpa membuang sampah disungai yang mengalir.
Kita tak mau, para wisatawan tak nyaman dengan pemandangan sampah. Selain itu, dengan menggalakkan hidup bersih, akan tercipta masyarakat yang sehat. Komunitas-komunitas pun sudah banyak yang peduli dengan lingkungan. Masyarakat perlu diberi dukungan yang lebih untuk memanfaatkan sampah. Bukan dari segi materi, namun memberikan promosi dan dukungan terhadap pemakaian produk dari daur ulang dan juga perhatian serius dari pemerintah setiap daerah untuk memperhatikan kebersihan sungai didaerahnya.

Wonderful Indonesia
Penulis berharap, akan banyak pemuda yang mengumpulkan uangnya, tidak untuk membeli gadget terbaru, namun untuk mengunjungi dan menyentuh langsung Indahnya keindahan Indonesia. dengan begitu, akan tumbuh kecintaan dan rasa nasionalis dalam diri kita.
Dengan ikut serta menjadi bagian dari pariwisata, diharapkan masyarakat, khusunya para pemuda dapat bangga dengan negaranya sendiri, mempromosikannya dengan orang lain, dan mendapatkan banyak inspirasi dari perjalanannya. Dengan begitu, kita telah memberikan sebuah kontribusi dalam pembangunan bangsa ini. Semoga, sektor pariwisata di Indonesia terus meningkat dan dapat diandalkan sebagai pilar pembangunan perekonomian. Perhatian yang serius dari pemerintah pun berperan sangat penting dalam memberikan pelayanan publik yang nyaman dan aman, agar kita bisa menikmati setiap wilayah Indonesia tanpa khawatir dengan penipuan.
Namun perlu diingat, bahwa setiap mengunjungi sebuah tempat sangat penting untuk menjaga kebersihan daerah disana. Sebagai pendatang, pastilah kita banyak menggunakan botol plastik untuk minum ataupun plastik makanan, karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga keindahan alam penting saat mengunjungi sebuah tempat.
Penulis adalah mahasiswi tingkat akhir FKIP UMSU dan salah satu dari 3 wanita 3 pulau (traveller)

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About