Powered by Blogger.

Thursday, 11 September 2014

Bahaya Ganda Perokok Wanita (Harian Analisa, Oktober 2013)



Bahaya Ganda Perokok Wanita   
Oleh : Khairun Nissa
Kebiasaan merokok telah menjadi hal biasa dikalangan masyarakat. tontonan ini seringkali menjadi contoh buruk bagi anak remaja yang tengah senang dalam mencoba hal-hal baru, belum lagi emosi yang belum stabil membuat banyak dari mereka yang terjerumus pada batangan tembakau tersebut. Jalan pintas untuk mendapatkan ketenangan saat stress adalah merokok. Padahal, hal tersebut tidak pernah menyelesaikan masalah. Kini, tak hanya kaum pria yang terbiasa dengan rokok. Wanita pun semakin hari terlihat santai mengonsumsi rokok. Tak hanya dicap “kurang baik” tetapi juga mendapatkan resiko dua kali lipat besarnya daripada pria dalam mengonsumsi rokok.
WHO (world health organization) pada tahun 2008 menyatakan bahwa indonesia termasuk dalam sepuluh perokok terbesar didunia, tepatnya berada di urutan ketiga setelah china dan india. Jika dikalikan, data tersebut menunjukkan sekitar 65 juta perokok tersebut mengonsumsi 225 miliar batang rokok pertahun. Jumlah ini akan terus meningkat semakin maraknya variasi rokok dan bertambahnya jumlah penduduk.
Parahnya, rokok dapat menyebabkan kecanduan sehingga akhirnya mereka yang telah menghisap rokok akan terus menerus menjadi penikmat rokok sepanjang hidupnya.
Secara terang-terangan telah diberitahukan bahwa “Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, Impotensi dan gangguan Kehamilan dan Janin”. Namun, mengapa setiap tahun jumlah perokok semakin banyak?.
            Merokok tidak hanya berbahaya bagi perokok, namun juga orang-orang yang ada disekitarnya. Kita mengenalnya dengan istilah perokok aktif dan perokok pasif. Dalam jangka pendek, perokok aktif akan merasakan langsung relaksasi dari menghisap rokok. Namun, akibat nikotin dan tar dalam rokok yang menyebabkan kecanduan, perokok tersebut akan mendapatkan kerugian setelah lama candu pada rokok. Khususnya bagi wanita, kanker kulit mengancam.
            Lain halnya dengan perokok pasif, walaupun tidak merokok, namun apabila berada disekitar orang yang merokok, tetap saja ada dampak apabila menghirup asap rokok tersebut. Misalnya, kanker paru-paru ataupun gangguan pernafasan.
Bahaya Ganda
Bagi seorang wanita, khususnya ibu, candu terhadap rokok sangat berbahaya bagi sang bayi. Walaupun tidak merokok, apabila terhirup asap rokok maka bayi tersebut otomatis menjadi perokok pasif, hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan karena jika bayi atau anak kecil menjadi perokok pasif, mereka beresiko mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom mati mendadak.
Selain itu, sistem imun pada anak-anak masih lemah. Resiko lain anak yang menjadi perokok pasif adalah pertumbuhan paru-paru yang lambat, asma, radang saluran pernafasan, infeksi telinga, pneumonia dan batuk berkepanjangan.
Efek rokok menjalar dari paru-paru ke otak dalam waktu 10 detik, jauh lebih cepat daripada injeksi intravena obat-obatan terlarang. Rokok pula mengirim sekitar 4.000 bahan kimia ke dalam tubuh.
Bagi wanita, merokok akan mengurangi sekresi esterogen yang diduga bertanggung jawab atas gangguang menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri. Menopause yang lebih cepat, dan peningkatan bulu tubuh. Tembakau juga memperbesar resiko perkembangan lesi prakanker leher rahim.
Karena kurangnya oksigenasi kulit, perokok wanita akan mengalami kulit kusam. Efek lain, kulit akan menjadi kendur dan tidak elastis. Tembakau juga bisa menyebabkan keriput muncul sebelum waktunya, berkisar dari 10 sampai 20 tahun lebih awal.
Selain itu, merokok dapat menurunkan kesuburan wanita hingga 50%. Dan meningkatkan resiko keguguran hingga 3 kali lipat.
Jangan suruh anak anda membeli
Kebanyakan orangtua yang tak mau repot akan meminta anak mereka untuk membelikan rokok diwarung terdekat. Hal ini malah akan mengajarkan kepada anak untuk merokok (pelajaran membeli rokok sendiri). Padahal, tak satupun orangtua yang suka jika anak mereka merokok.
Didalam rokok terdapat kandungan nikotin dan tar, zat yang dapat menyebabkan kecanduan sekaligus berbahaya ini ada disetiap batang rokok yang dihisap. Seperti yang diketahui kandungan dalam tar terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia, yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik. Karsinogen adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis
 Ketika sudah mencoba satu atau dua batang, perokok pemula akan merasa kurang jika tidak merokok. Untuk itu, sangat penting bagi orangtua untuk menjaga anak mereka saat mencoba merokok.
Ada banyak faktor untuk memulai merokok, yang paling sering adalah dikarenakan kurangnya perhatian atau kasih sayang dari orangtua, sehingga seorang anak akan mencari tempat pelarian yang membuatnya tenang dan merasa lebih hidup.
Faktor lainnya adalah pergaulan. Para perokok pemula biasanya adalah kaum muda, bisa jadi anak sekolah. Akibat ikut-ikutan teman, ingin mencoba, mendapat pengakuan, diejek teman ataupun karena dipaksa.
Melihat hal tersebut, para orangtua seharusnya faham dan waspada apabila anak mereka akan kecanduan merokok. Namun, jika orangtua mereka pun merokok, kemungkinan seorang anak merokok akan lebih besar.
Dengan memberikan pendidikan keagamaan yang cukup, perhatian dan juga membuka wawasan sang anak agar mereka terus mengasah diri mereka menjadi lebih baik, melakukan hal yang positif. Perubahan akan bisa dilakukan apabila keluarga sebagai orang terdekat mendukung. Karena itu, harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Peran Orangtua dan Pemerintah
Sekarang ini, perokok wanita, semakin tahun semakin bertambah jumlahnya. Lajunya globalisasi dan tingginya kebutuhan ekonomi menyebabkan banyak wanita mengalami stress yang cukup tinggi dan tidak memiliki waktu untuk merelaksasikan diri.
Sebuah studi di Amerika Serikat baru-baru ini mengungkapkan bahayanya merokok bagi kesehatan jantung wanita. Peneliti memeriksa efek merokok dan berhenti menghisapnya terhadap sudden cardiac death (SCD), kematian mendadak, dari 101.018 wanita yang terdaftar dalam Nurses' Health Study, selama lebih dari 30 tahun. Selama penelitian, 351 orang peserta meninggal akibat SCD. Selain menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan kanker, wanita perokok berisiko hampir dua setengah kali terserang SCD dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok.
Tidak satu pun dari wanita yang diteliti awalnya memiliki penyakit jantung, maupun sejarah penyakit stroke dan kanker ketika penelitian dimulai pada 1980. (antaranews.com)
Untuk mengonsumsi rokok, masyarakat memang memiliki hak dan bebas memilih untuk mengonsumsinya atau tidak. namun dalam hal ini pemerintah tak boleh tinggal diam, harus ada usaha untuk mengurangi jumlah konsumsi rokok. Perlunya kesadaran masyarakat, menjadi perhatian dan tanggungjawab pemerintah dalam menjaga kondisi kesehatan masyarakatnya, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Khusunya pada perokok wanita yang lebih rentan mendapatkan penyakit mematikan akibat merokok bagi dirinya dan anak-anaknya.
Penulis adalah mahasiswi FKIP Bahasa Inggris UMSU dan korban perokok aktif.

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About