Powered by Blogger.

Thursday, 11 September 2014

3 Wanita 3 Pulau (Pariwisata Harian Analisa/ Minggu 27 Juli 2014)

Ini adalah tulisan favorit dan paling menyenangkan yang pernah saya tulis, berkisah tentang 3 perempuan cantin (asik...) yang terbang nun jauh ke pulau terjauh dari rumah mereka, Lombok, Bali dan Bromo.. sayang, kisah mereka tak seindah rencana yang mereka idam-idamkan, tapi mereka sadar bahwa kebahagiaan ada bersama mereka, dimanapun mereka berada.. (halah...)

but that's true... tulisann ini saya dedikasikan pada kedua sahabat seperjuangan saya, sepetualang, Masdalipa Harahap, SE (baru sarjana... dan dia lagi sibuk-sibuknya pas berpetualang kesana) dan Vilisya Bening Hasibuan, S.Pd (baru saja selesai sidang... eseh...)

oh ya, sebenarnya niatnya mau buat buku, trus di filmkan.. tapi insya Allah, terwujud, hanya tinggal masalah waktu, keyakinan dan usaha (hhehe...). terimakasih untuk semua orang yang sudah membantu kami dalam perjalanan ini for my parents, especially my mom... my sister, my sister's friends (k'unsun) for my sisters's friend's friend (bg dicky), kak ayu, kak pipit, and everyone ... mmuaCh..

satu lagi, you can see our adventure on youtube here. Happy Watching :D

http://analisadaily.com/news/read/tiga-wanita-tiga-pulau/51016/2014/07/27

Oleh : Khairun Nissa. Indonesia memiliki 13.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tiga dari kepulauan yang memiliki potensi alam yang luar biasa adalah Bali, Lombok dan Jawa. Banyak traveller yang menulis di blog mereka tentang perjalanan menuju BBL (Bromo, Bali dan Lombok). Tepat pada Februari lalu, penulis dan kedua teman kampus sepakat bergerak mengunjungi 3 kepulauan di Indonesia. Berangkat dari Sumatera Utara, akhirnya kami sukses menyelesaikan misi kami walaupun salah satu dari tempat pariwisata tersebut ditutup akibat letusan Gunung Kelud.


Selesai PPL, tepatnya di semester lima, kami seringkali membicarakan seputar tempat pariwisata. Keliling menjelajahi keindahan dunia adalah impian dari setiap orang. Karena itu, kami tak ingin banyak bermimpi, dan memutuskan untuk menabung dengan uang hasil kerja sampingan.
Tak hanya kami, salah satu teman satu kelas yang juga perempuan pun berangkat ke negara tetangga berdua saja. Tak tergiur dengan negara lain, kami pun tetap memilih Indonesia sebagai tujuan backpacker kali ini.  Sebagai bukti kesepakatan, kami mulai dengan membeli tiket promo dari jauh-jauh hari, 5 bulan sebelum hari H.

Tips Aman
Sebagai perempuan, ada kekhawatiran dan ketakutan tersendiri saat pergi backpacker ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi, karena itu perlu kemantapan hati dan yang terpenting adalah komunikasi dengan orangtua. Awalnya, orangtua kami tak setuju dengan keputusan kami karena kami hanya bertiga perempuan. Setelah berunding akhirnya, kami pun mencari saudara dan teman baik yang bisa dipercaya dan siaga jika sesuatu terjadi.
Bagi wanita backpacker yang masih pemula, memiliki kenalan yang dipercaya ataupun saudara di dekat daerah wisata yang akan dikunjungi sangat penting. Walaupun begitu, bukan berarti hal tersebut membuat perjalanan kita menjadi tergantung dengan orang lain dan tidak mandiri.
Tentu, sebagai tips aman dari penulis, saat mengunjungi kepulauan yang berbeda suku dan adat, kita perlu mengetahui informasi dari lokal, yang tidak banyak dipublikasikan oleh orang lain, namun sangat penting saat kita menghadapi masyarakat disana, agar kita bisa berkomunikasi dengan baik secara langsung dan bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Sebelum keberangkatan ada baiknya jika perjalanan direncanakan dengan matang. Mulai dari transportasi, akomodasi, tempat tinggal sampai informasi penting, agar tidak melewatkan hal-hal unik yang ada ditempat wisata tersebut. Mengetahui rute perjalanan sangat berguna saat sampai disana.
Saat membayar, biasanya kami menggunakan sistem bayarin dulu. Jadi, setiap hari salah satu dari kami akan bertanggungjawab untuk membayar ke kasir, seperti penginapan ataupun makanan. Malamnya, kami pun mulai menghitung dan membayar pengeluaran hari itu. Kami juga merencanakan apa yang akan dilakukan untuk keesokan harinya lengkap dengan waktu dan kegiatan seharian penuh.
Satu hal lagi keunikan dari perjalanan kami adalah, kami juga menyiapkan sebuah note kecil khusus untuk pengalaman perjalanan kami. Saat berada di bus berjam-jam atau menunggu pesawat, biasanya kami menulis cerita lucu dan kesan kami selama berada disana. Bahkan note tersebut juga digunakan untuk mencurahkan isi hati. Kami pun tahu kondisi teman masing-masing dari note tersebut. Kami juga menempelkan seluruh tiket yang kami gunakan. Setelah perjalanan usai, jadilah note kecil tersebut kenangan termanis dari perjalanan kami.
Gili Trawangan, Lombok
Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Gili Trawangan, Lombok. Sebagai salah satu rekomendasi dari senior. Kamipun memiliki seorang kenalan dari teman kakak yang bersedia mengantarkan kami kesana. Awalnya bus direncanakan tiba pagi hari, sehingga masih ada waktu untuk mencari transportasi untuk langsung menuju gili Trawangan. Namun karena banyak kendala saat perjalanan akhirnya kami tiba dimalam hari. T
ak ada satupun dari kami yang menyangka terminal di Lombok sepi, tutup. Hanya ada sebuah warung makan sederhana. Banyak taksi yang menawarkan jasanya. Namun akhirnya, kami dijemput oleh kakak-kakak di Lombok. Sampai dirumah, kami ditawarkan banyak makanan, lengkap dengan makanan khas Lombok.
Setelah berkenalan, kami pun cepat akrab. Dan baru tahu bahwa kakak itu adalah keturunan bangsawan Lombok, dengan julukan "Lalu", dan seorang lagi seorang fotographer yang juga aktifis di bidang kepemudaan. Jadilah kami mendapat banyak informasi seputar Lombok, lengkap dengan legenda dan sejarah wisata yang kami kunjungi.
Terdapat tiga pulau kecil yang terpisah di dekat Lombok, Gili Air, Gili Meno  dan Gili Trawangan. Tempat tersebut sangat cocok untuk snorkeling, berkuda, bersepeda ataupun melihat sunset. Sayang, kebanyakan dari pengunjung adalah turis luar, tak banyak masyarakat kita yang tahu tempat ini.
Bali
Pulau kedua adalah Pulau Dewata, Bali. Disana, cukup banyak menguras kantong, mulai dari makanan sampai transportasi. Menggunakan mobil travel, kami mengunjungi Ubud, Mongkey Forest dan makan siang sepuasnya di Kintamani dengan pemandangan Gunung Batur.
Saat sore, kami pun menyempatkan diri untuk melihat sunset di Tanah Lot.
Bromo
Tujuan terakhir adalah Bromo. Sebelum kesana, kami memutuskan untuk mengunjungi saudara yang ada disana. Berhubung bus travel tak mengantar sampai ke rumah, kamipun turun di tengah kota Surabaya tepat pukul 5 pagi. Sambil menunggu taksi kami pun duduk diatas ransel besar dan menikmati kota Surabaya.
Tak berapa lama, kami pun sadar bahwa disekitar kami debu beterbangan cukup banyak, mata kami pedih dan kami pun berlindung didekat ATM. Hujan debu vulkanik, hal yang sulit dijumpai di Surabaya, hanya terjadi sekali dalam seribu tahun terakhir.
Ternyata, Gunung Kelud meletus ditengah malamnya tepat saat kami sedang berada dalam perjalanan menuju Surabaya. Kami tak tahu berita karena terlalu menikmati perjalanan. Gunung Bromo ditutup, kamipun harus mengurungkan niat untuk pergi kesana dan menikmati kota Surabaya.
Pelajaran Utama
Berwisata tentu impian semua orang, namun satu hal yang perlu diingat, akan ada banyak kejadian yang tak terduga saat pergi travelling. Mungkin perbedaan pendapat, sakit, ketinggalan bus, ataupun kejadian tak terduga lainnya. Namun, semua itu harus dihadapi dengan bijak.
Perlu diingat adalah selalu fokus pada tujuan dari penjelajahan, yakni mencari kebahagiaan dan pengalaman baru. Untuk itu, perlu solidaritas yang tinggi dengan sesama traveller ataupun dengan orang baru yang kita jumpai. Bersikap baik dimanapun pada siapapun akan berdampak baik pula pada diri kita.
Selain itu, kelebihan dari berpergian atau travelling adalah akan ada banyak pelajaran yang kita dapatkan setelah pergi jauh dari rumah. Kita akan diajarkan tentang bagaimana bersikap pada suatu kondisi yang baru, sehingga membuat kita lebih dewasa, mengambil keputusan dengan cepat, bersyukur dengan kehidupan dan juga membuka wawasan dengan hal baru yang kita lihat.
Seperti  Bill Bryson yang pernah menyatakan "To my mind, the greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted". (Menurut saya,  hadiah dan kemewahan terhebat dari bepergian adalah merasakan setiap hari seperti pertama kali, berada di posisi dimana hampir tak ada yang dikenal, itu pasti didapat).
Semoga, cerita kami dapat menginspirasi untuk para wanita yang ingin melakukan backpacker, dan pemuda lainnya, untuk menyisihkan waktunya untuk menjelajah negeri sendiri.





No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About