Powered by Blogger.

Wednesday, 14 May 2014

My Last Performance


Alhamdulillahirrabil alamin.. puji syukur kehadirat allah swt, serta shalawat dan salam untuk nabi Muhammad SAW. Bapak ibu sekalian,  selamat datang diselecta convention hall dalam upacara wisuda sarjana, pasca sarjana dan ahli madya. universitas muhammadiyah …………………………….

Itulah penggalan kalimat pertama yang aku ucapkan pada sebuah seremonial wisuda di universitas muhammadiyah sumatera utara. Sebuah tempat dimana aku merasa menjadi diriku sendiri, dan mengeksplor banyak hal. Juga belajar dari orang-orang yang hebat.

Alhamdulillah.. aku diberi kesempatan untuk menjadi seorang MC. Awalnya, aku hanya ikut tes yang diberikan UKM LPM Teropong. Aku tak tahu banyak tentang itu. saat itu, seniorku yang juga MC mengajarkan kami bagaimana cara berbicara, lafal, intonasi dan suara. Aku pun latihan dirumah, dan entah mengapa, aku merasa termotivasi dan semangat. Saat itu aku masih semester dua. Dan ketika aku ditelfon untuk menjadi MC. Aku pun senangnya bukan main. Tak percaya. aku diberi kesempatan untuk dapat merasakan prosesi wisuda, membawa acara dan juga, tampil didepan ribuan wisudawan, para senior dan orangtua yang mendampingi mereka.

Mungkin, hari ini adalah my last performance. Penampilan terakhir karena periode selanjutnya, giliranku yang diwisuda. Saat tahu ini adalah penampilan terakhirku, aku merasa flashback saat aku pertama kali berdiri dipanggung ini. rasanya aku telah dibantu oleh banyak orang, seperti diberikan kelapangan dalam menjalankannya. Aku pun merasa bersyukur, sampai bisa tampil sebelas kali. Dari takut hingga merasa bosan. Ya, aku sangat takut pertama kali, yang kufikirkan adalah, betapa banyak orang yang melihatku. Bagaimana jika aku salah? dan ini adalah kali pertamanya aku – yang pemalu dan jarang ngomong – tampil didepan.


Walaupun ada kertas dan teks yang membantuku, kali pertama bukan hal mudah. Berkali-kali mulutku komat-kamit berdo’a, mengatur detak jantung yang cepatnya bukan main, nervous, dan didengar oleh ribuan orang. Yah.. juga aku tak terbiasa menunggu padelman mengetok palu lalu kusambungkan. Terkadang, aku harus diingatkan dulu.. padelman.. padelman..

Aku pun ingat, sahabatku, yang juga sering tampil menyanyi didepan bilang. Jangan lihat wajahnya, tapi kepalanya. “Bayangkan mereka rumput, tak ada yang mendengar”

Jujur saja, itu sangat membantuku, ia pula yang membantuku make up dan memakai jilbab. Padahal aku tak tahu cara make up, apalagi pake jilbab yang aneh-aneh. Ke selecta pun, aku minta diantar ayahku, aku tak tahu jalan kesana hingga periode terakhir ini aku naik kereta (sepeda motor) sendiri kesana. And that’s just for practice. Setelah itu, aku sadar bahwa aku harus belajar sendiri. akhirnya, periode selanjutnya, aku beli make up sendiri, dan cari model jilbab di internet. And this year, aku dengan santai, bawa nasi, pakai baju biasa, naik kereta ke selecta. Sampai disana, barulah aku sendiri yang menyulap diriku jadi cinderella setengah hari. hhaha..

Aku senang melakukannya. Dari make up, pakai baju cantik, pakai highheels. Membaca nama wisudawan, hingga menikmati proses wisuda. Mendengar kata sambutan mereka, menyimak makna yang mereka katakan. Benar-benar membuat terinspirasi. Aku ingin menjadi wisudawan yang berkualitas. Aku bisa mengubahnya dari sekarang. Dan setiap tahun, setiap enam bulan sekali, aku merasa di recharghe. Diingatkan lagi.

Tak ada yang bisa kukatakan lagi, selain aku bersyukur melakukan semuanya. Terimakasih buat Allah SWT. Yang telah memberikanku kesempatan seindah ini. buat semua orang yang telah membantuku, ibuku, ayahku, kakak, adik, sahabatku – icha, senior yang membimbing dan banyak membantuku disaat aku lupa – bang nirwan, manager MC (hhehe..) – bang nopri dkk, oh ya, teman seperjuangan yang memotivasi dan menemaniku – Masda, elly, nancy, uswa, vivi, riza, sigit, ari,  anak paduan suara yang memilihku saat seleksi, bang rahmat kartolo yang juga banyak memberikan nasehat, alumni teropong yang kugantikan – kak wiyah, teman-teman MC – kak rida, bang fadli, heri, pak WR I yang kadang-kadang galak, dan semua orang yang membantuku, terimakasih banyak ^^

Well, this is not the end of the story, this is the beginning.  Aku yakin, akan ada cerita setelah perjalanan ini. semoga, jejak langkah yang indah ini bisa kuingat lagi, dan menjadi pengalaman yang menyenangkan, disaat kukenang.

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About