Powered by Blogger.

Tuesday, 28 January 2014

Menantang Waktu

Demi Masa, Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman. yang saling menasehati dan berbuat kebaikan.

ayat ini selalu membuatku berfikir bahwa masa tak pernah terjadi dua kali. bahkan saat aku menulis diperpustakaan seperti ini. waktu, keadaan, dan apapun itu benar-benar membuatku takut untuk menjadi orang yang malas, yang membuang waktu sia-sia, karena bisa saja dikehidupan ini, jika aku memantaskan diriku untuk menjadi sukses, dimana waktu yang tepat itu bisa kuraih karena persiapan yang telah lama aku lakukan.

namun, ada satu hal yang hingga sekarang terus mengalir dalam diriku. penyesalan. aku terkadang bingung, mengapa ini selalu terjadi. satu hal yang menjadi permasalahanku adalah aku tak percaya diri dengan apa yang kuputuskan, selalu ada alasan untuk menyingkirkan ide, keinginan, dan apapun itu. aku tak tahu sejak kapan itu terjadi, namun jikapun ada masa dimana aku trauma aku tak ingin menyalahkan keadaan. karena itupun hal sepele yang tak perlu aku cemaskan. aku hanya perlu berjalan lurus, menatap dan menikmati semua rasa yang kualami.

bahkan, ketika aku memilih untuk memasak, dan menghabiskan waktu dirumah pun aku menikmatinya. terkadang aku berfikir, betapa tak produktifnya diriku dan aku lebih baik menulis dan menghasilkan uang. namun, ada saat dimana aku membutuhkan hal-hal yang dilakukan dengan tulus, tanpa pamrih yang membentuk karakter pribadiku menjadi lebih baik, yang meningkatkan kualitas dalam diriku dan menjadikan aku menjadi manusia yang beruntung.

hal kedua yang masih kurasakan adalah malasnya bangun pagi. menunda, hari ini aku belajar bahwa waktu benar-benar penting untuk membangun sebuah kehidupan, untuk menjalani hari ini, untuk mendapatkan semua target dan keinginan dan semua hal yang bisa kulakukan dalam satu hari. namun lagi-lagi, pagi terkadang enggan untuk menyapaku, atau aku yang tak ingin menyapanya. dan tak pernah bertemu walau keinginan selalu ada.

membuat semuanya terjadi memang membutuhkan sebuah pengorbanan. hey, bukankah ini terlalu berlebihan?

kemarin, aku tak terlalu memikirkan hal itu dan begitu mudahnya bagiku untuk bangun pagi. dan saat ini aku tak perduli lagi, jika ada yang bisa kulakukan saat ini akan kulakukan, tanpa menyesali kehidupanku dibelakang, dengan mengubah diriku menjadi lebih baik, kuharap aku bisa melakukannya.

saat ini, aku ingin sekali menyelesaikan proposalku, tapi.. baru setengah jam aku berkutat di kampus untuk menyelesaikannya. aku benar-benar mengantuk. aku tahu, ini bukan passionku, tapi setidaknya aku tak ingin luntang-lantung nanti diujung waktu, aku ingin menjadi orang pertama yang seminar, menjadi orang pertama yang menyelesaikan skripsi untuk wisuda bulan 10 nanti.

ya, kurasa, aku harus membuat targetku lebih terang lagi, agar aku tahu.. apa yang ingin kucapai, dan distraction apa yang tak perlu kulakukan, fikiran apa yang tak perlu menggangguku. semuanya serasa bercampur aduk saat ini. membangun diri sendiri, seperti harus menjaga bangunan balok yang rapuh, dijaga terus dan terus.

well.. banyak hal yang tak disukai, tak diinginkan selalu terjadi dalam hidup ini, dan cara menghadapinya bukan dengan mengeluh pada dunia yang kejam, tapi dengan bertahan, menghadapi tanpa ragu dan membiasakan diri untuk hal-hal yang memang tak mampu dirubah lagi. istilahnya.. ikhlas. karena setiap kesulitan pasti ada kemudahan.


sekali lagi, ketika aku ingin menyelesaikan tulisan ini, aku mulai mengantuk, tanpa gairah menyelesaikan. tapi.. inilah aku, dengan segala masalahku, tapi aku yakin, selalu ada solusi ketika aku ingin berubah, mungkin, aku harus menutup mata, dan melihat diriku selesai tepat waktu, menjadi orang yang pertama menyelesaikan skripsinya, dan mendapatkan apa yang kuinginkan.

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About