Powered by Blogger.

Friday, 24 January 2014

Masalah Gizi ditanah Gemah Rimpah Loh Jinawi


Oleh : Khairun Nissa. Makanan adalah kebutuhan utama setiap manusia, setiap hari, untuk mendapatkan energi, manusia membutuhkan makan minimal satu kali dalam sehari. Tak hanya memberikan tenaga untuk beraktivitas, makanan pula yang menentukan kesehatan seseorang. Dihadapan kita, kini tampak fakta yang menyedihkan. Ditengah suburnya bumi pertiwi, dikenal dengan kekayaan alamnya pula, masih banyak warga negaranya yang mengalami kekurangan gizi dan masalah kesehatan lainnya.

Masalah status gizi masyarakat Indonesia tampaknya sedang diliputi suasana keprihatinan yang mendalam. Betapa tidak, kelangkaan dan mahalnya sejumlah bahan kebutuhan konsumsi masyarakat, seperti kedelai, jagung dan terigu berdampak besar terhadap asupan gizi warga masyarakat. Ini tentu berakibat buruk bagi keluarga miskin di Indonesia yang kini jumlahnya masih sangat tinggi.

Barang impor yang harganya lebih terjangkau menjadi pilihan, padahal produk lokal harusnya lebih murah dari barang impor. Tampaknya petani di negara sendiri tak mampu berbuat apa-apa. Kurangnya penanganan terhadap masalah ini menimbulkan mahalnya harga saat didistribusikan kepada konsumen. Sebuah ironi yang selalu ada ditengah kita.

Peran Petani

Jika berbicara tentang gizi, maka pasti akan bersangkutan dengan masalah pangan. Indonesia adalah negara yang subur dan memiliki kekayaan alam yang berlimpah, diberi rahmat pula dengan penduduk yang sangat banyak. Dengan banyaknya sumber daya manusia dan alam yang tersedia, mengapa pangan seakan menjadi kebutuhan yang kronis dinegeri ini.

Di negeri yang subur dan kaya alamnya ini, banyak cara untuk mendapatkan makanan yang sehat. Salah satunya adalah dengan mengandalkan petani-petani lokal untuk menghasilkan makanan yang berkualitas kepada konsumen.

Sayangnya, petani masih dijadikan sebagai profesi rendah, padahal jasanya sangat dibutuhkan dan menentukan nasib perut banyak orang. Para petani harus terus didukung dengan memberikan pelatihan dan pendidikan agar mereka dapat menghasilkan produk yang berkualitas, dan sehat.

Anak dan Gizi
          
           Ketika mengajar disebuah taman bermain, ada saat dimana semua anak berkumpul dan makan dijam istirahat. Tak hanya memberikan bekal, para orangtua juga menyediakan jajanan. Sebagian yang lain hanya memberikan roti dan cemilan snack untuk anak mereka. Hampir setiap hari, makanan yang ditawarkan adalah makanan kesukaan mereka. Hanya segelintir orangtua yang memasak bekal untuk anaknya.
          
          Lain halnya dengan jajanan SD. Sekolah tak luput dari para penjual jajanan. Hampir semua uang saku dibelanjakan untuk jajan. Kebanyakan berupa bakso, es, ataupun snack. Kegiatan tersebut dilakukan terus menerus saat beristirahat di jam sekolah.  Begitupun dengan SMP, SMA hingga SMK, beragamnya jajanan instan membuat pelajar lebih memilih untuk membeli diluar daripada membawa bekal sendiri dirumah.
Sebenarnya, tak salah jika jajan disekitaran sekolahan, namun, jika hal tersebut dilakukan hampir setiap hari, zat-zat pewarna, penyedap rasa dan tambahan rasa lainnya akan memberikan efek yang buruk bagi anak tersebut dikemudian hari.

              Kesadaran betapa pentingnya makan makanan yang sehat harus diajarkan sejak dini. Para orangtua harus mengajak anak mereka untuk makan makanan yang sehat dengan memberikan arahan dan juga kebiasaan dirumah setiap hari.

         Dalam hal ini, peran seorang ibu sangat dibutuhkan. Menyediakan makanan sehat dan juga memberikan arahan dalam memilih jajanan. Walaupun sebenarnya ini adalah hal sepele, namun sangat penting mendidik anak dalam memahami pentingnya menjalani hidup sehat dan pintar dalam memilih makanan.
Kesehatan adalah hal yang paling mahal. namun banyak orang tak selalu bersyukur. Ketika sakit, barulah terasa betapa pentingnya kesehatan. Untuk itu, mencegah makanan yang tidak sehat seperti jajanan, makanan siap saji dan makanan instant sangat penting agar terhindar dari sakit.

             Indonesia adalah negara yang melimpah, memiliki banyak macam jenis buah, sayur, rempah-rempah, kekayaan laut dan juga tanah yang subur. Namun entah mengapa, kita terlalu banyak mengimpor disana-sini. Seperti hidup dinegara yang tandus, kita membutuhkan negara lain untuk menyuplai makanan yang sehat dan segar dari luar.
            
             Sama halnya dengan enak tak berarti sehat, makanan sehat pun tak berarti mahal. mendapatkan makanan yang sehat tak harus mahal. Asalkan ada kemauan pasti bisa ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan langkah kecil, bisa dengan menanam rempah-rempah dibelakang rumah. Minimal, dengan usaha kecil tersebut bumbu yang digunakan aman dari pestisida dan zat lainnya.

Mencegah Gizi Buruk

            Ada 5 perilaku yang biasa disebut dengan keluarga sadar gizi (Kadarzi), untuk mencegah masalah gizi buruk, yakni pemberian Asi secara Eksklusif selama 6 bulan, menimbang berat badan setiap bulan, makan beranekaragam, menggunakan garam beryodium dan menggunakan suplementasi gizi.
            Dalam masa pertumbuhan seorang anak membutuhkan makanan sehat yang bergizi, khususnya bagi seorang anak balita. Pemberian makanan yang sehat dan juga membiasakan memakan sayuran organik adalah hal yang bisa dimulai agar nanti ia terbiasa dengan makanan sehat dan membiasakannya kepada generasi selanjutnya.
            Indonesia adalah negara yang makmur. Namun, bagaimana bisa kita sejahtera jika masyarakatnya tidak sehat. Anak yang kekurangan gizi memiliki tingkat IQ 11-13 poin lebih rendah daripada anak normal. Karena itu, hidup sehat pun harus dimulai dari diri sendiri. para tikus yang menggerogoti sistem pemerintahan yang telah dibuat dengan niat baik, nyatanya membuat negara ini masih menjadi negara pengimpor dan tetap sebagai negara berkembang. Sudah tak usah lagi mengharapkan tetesan janji dan harapan yang diberikan oleh pemerintah. Sudah saatnya untuk mengubah diri sendiri, lalu lingkungan, banyak orang lalu bersama-sama, kita ubah negara ini, agar dipenuhi dengan orang-orang yang cerdas dan mampu memegang amanah dengan baik.

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About