Powered by Blogger.

Sunday, 12 January 2014

Akhir Kepengurusan


Hari ini, tepat pada tanggal 12 Januari 2014, pukul 6 sore. setelah pulang dari penatnya aktivitas selama tiga hari di luar, dan mandi, kini merasa telah keluar dari sebuah kehidupan yang indah, dari kehidupan yang tak tahu dimana, walau berada diruang yang sama rasanya ada yang berbeda.

hari ini pula, aku dan keenam temanku melepas sebuah cerita. rasanya ada kesedihan, penyesalan, rasa bersalah dan apapun itu. berkali-kali aku menyalahkan diriku, namun tak ada yang bisa kulakukan. kusadari, apa yang kulakukan diawal, tak ada bedanya dengan diakhir. tak cerdas dalam mengatur waktu membuatku terbuai hingga menyisakan harapan dan mimpi itu tak terjadi. tersadar kini tim yang hebat diciptakan dari kesadaran setiap anggota tim untuk menciptakan tim yang hebat pula. aku pun tersadar tak bisa menjadi andalan. kesal karena tak punya rasa, tapi difikir lagi, manusia pun tak sempurna, jika boleh aku ingin membuat hidupku indah tanpa cela. namun aku pun manusia biasa.

Dan ceritanya, mungkin bermula dari sebuah opsi yang memojokkan. semua mahasiswa pun akan menjadikan ini pilihan kedua. sebuah tempat belajar yang tak semua orang mendambakannya. universitas swasta.

ketika melihat gedung itu, aku menertawakan diriku sendiri, mungkin merasa rendah karena teman yang lain berada jauh lebih membanggakan. akhirnya, akupun bertekad untuk hidup lebih baik, mencari sebuah makna dari apa yang telah kulakukan. kutekadkan untuk mendapatkan informasi yang banyak, agar kelak aku menjadi mahasiswa yang tak kalah dengan mereka yang cerdas, yang pintar, yang memiliki banyak pengetahuan.

akhirnya, ketika aku masuk dan memulai hari pertamaku di MPMB, aku mendapatkan sebuah majalah. siapa yang tak senang, gratis, bahkan aku berharap mendapatkan banyak majalah berbeda agar bisa kubaca. kulihat mereka yang tengah duduk didepan, para pembuat majalah menurutku, adalah orang-orang yang berwajah serius, dengan suara yang menggema ditelinga. ratusan mahasiswa terdiam hanya dengan mendengar suaranya, walaupun sebenarnya tak kuingat apa yang dikatakannya. aku pun ingin berbicara seperti itu, berbicara didepan banyak orang, dengan gayaku sendiri, bukan sebagai senior, namun sebagai mahasiswa yang berbeda dari lainnya, lebih baik.

aku tak mengerti banyak tentang organisasi. pernah dulu aku hanya mencoba sesaat lalu pastilah tak betah dengan orang-orang baru, bahkan saat SMA aku beberapa kali mengikuti organisasi lalu seminggu kemudian langsung caw dari pandangan.

aku bukan orang yang senang mengatur, diatur, tak mengerti banyak tentang kehidupan seperti itu. yang kutahu, kehidupan itu seperti ini adanya, ketika kau mencoba dan kalah maka coba lagi, bahkan aku melihat hidup ini begitu sempitnya, hanya ingin menjadi air yang mengalir.

lalu, saat aku mengikuti sebuah seminar yang membuat mataku dan puluhan mahasiswa yang mengikutinya menangis tersedu-sedu, ketika itu kami bagaikan mengeluarkan semua rekaman yang ada dalam ingatan, dalam gelap tanpa cahaya, kuputar ulang dan kutumpahkan air yang keluar dari hatiku, perasaanku, dan dari semua hal yang tak tampak oleh mata.

kubulatkan tekad lagi, untuk menjadi orang yang tak kalah dengan orang cerdas lainnya. untuk menjadi orang yang dibanggakan, menjadi unggulan dan dapat diandalkan.

akhirnya, ketika melihat sebuah brosur yang tertempel didinding tangga, kuperhatikan lagi persyaratannya, dan aku pun segera menuliskan keterangan dan semua persyaratan yang dibutuhkan untuk masuk dalam salah satu persma Kampus. saat pulang, kulihat sebuah papan bertuliskan persma kampus itu, dengan gambar sebuah binoculars disampingnya, warna birunya saat itu berkilau-kilau dan aku pun terpana melihatnya. tersirat dihatiku, bahwa tempat itu "untukku".

seiring waktu, aku mulai terbiasa kuliah sore. sore hari dikampus pun rasanya biasa saja. aku sering mengikuti persma kampus ini, terkadang, dilain waktu, ketika dosen tak datang, aku melihat sekret itu dari lantai empat dan bagaikan suara, ia memanggil-manggil agar aku datang, aku kecanduan untuk terus berada disana, tanpa sadar, aku merasa tak masalah untuk masuk dalam ruangan yang tak satupun aku mengenalnya, menunggu rapat tiba, terkadang hanya datang dan duduk kaku disana, kadang-kadang pun aku berfikir, apa yang sudah kulakukan?, ngapain aku disini?

dengan keberanian yang aku punya, dan panggilan hati itu pun.. ditambah dengan seorang teman yang sekelas dan ia juga ikut di sini aku merasa lebih baik. walaupun saat itu tak terlalu dekat, namun aku merasakan waktu seakan terus berjalan saja, sebenarnya itu pun tanpa tahu bahwa banyak sekali timing yang tak kulewatkan bersama mereka, aku tak tahu kenapa bisa, mungkin karena aku pun jarang mengikuti kegiatan dari awal, kebanyakan terlambat.

suatu hari, kegiatan MUBES diadakan, musyawarah besar, waktu dimana pimpinan umum dan stafnya memberikan Laporan Pertanggung Jawaban atau LPJ nya selama kepemimpinannya, dan kepengurusannya. disaat itu pula dipilih pemimpin yang baru dan staf baru juga pengawas yang berasal dari kalangan alumni. saat itu, aku tak tahu apa itu acaranya. aku pun tak diberi izin oleh orangtuaku karena harus menginap di luar selama tiga hari dua malam di organisasi yang aku juga tak begitu jelas bagaimana sistem dan mekanismenya. akhirnya aku pun tak ikut dalam kegiatan tersebut. setelah kegiatan itu selesai, beberapa hari kemudian aku pun datang kesekret itu dan terkejut dengan apa yang kuterima.

kali itu lagi-lagi aku terpanggil untuk datang kesana, namun tampaknya bumi sedang tak senang melihatku tersenyum. saat melakukan salam dan akan menjungkitkan kaki dari sepatu untuk melangkahkan kaki, sekumpulan orang didalam tengah tertawa dan keakrapan yang tampak jelas disana, mereka pun bertanya, siapa ya?, lalu ada lagi kata eh siapa ini.. dan cari apa dek.. kata-kata yang terdengar ditelingaku entah dari siapa, dan dengan tatapan mereka yang penasaran dan bingung dengan kedatanganku. aku tahu itu hanya gurauan saja, tapi juga karena aku tak tahu bagaimana posisiku saat itu aku pun merasa tak dianggap. akhirnya, aku pun hanya bilang mencari seseorang, lalu karena ia tak ada, aku berlalu pergi.

disaat itu, aku berjanji untuk tak datang lagi ketempat itu.

namun, dua hari kemudian, sebuah pesan masuk keponselku, ada agenda yang harus dihadiri dan wajib. aku pun datang dengan hati senang, namun ketika berada didepan pintu itu dan melihat ramainya orang, aku jadi takut sendiri, takut sendiri karena aku pun tak memiliki teman yang dekat. namun disaat itu pula, bumi seperti kembali mencintaiku. seorang teman yang sedang berkumpul melihatku senang, dona memanggil namaku panjang.

mungkin terlihat sepele, namun aku merasa mulai diterima sejak saat itu. tempat itupun menjadi tempat favoritku. aku ingin datang dan datang terus. lalu aku pun bertemu dengan dua orang sahabat yang baik. terkadang kami makan bersama, dan cerita tentang banyak hal. kami berempat pun berteman. ada masa menyenangkan dimana saat rapat kerja, kami turun untuk makan, lalu melakukan ekspedisi untuk keliling kampus yang ada didepan kampus. rasanya saat itu sangat menyenangkan dan berbeda.

dan ketika semakin akrab, aku mulai nyaman dan terus berada disana. semangatku seakan ada disana. dengan mental dan pengetahuan seadanya, kamipun lulus dan masuk menjadi anggota muda. dari situ, aku merasa sangat senang dengan orang-orang yang ramah dan menerimaku. aku pun bersemangat untuk melakukan tugas yang diberikan. tanpa sadar, aku tak peka dengan temanku. hingga satu, dua dari mereka hilang. rasanya sedih melihat teman seperjuangan pergi begitu saja tanpa kabar, bodohnya, aku tak mampu  melihat kesedihan dibalik ceria mereka.

akhirnya, tiba saat MUBES kepengurusan kami tiba. sempat memegang amanah lain, akhirnya aku dipercayakan pada bagian website, aku mulai dengan mengupgrade, lalu mengubah tampilan. akhirnya selesai usai ramadhan. namun setelah itu aku pun mulai runtuh karena hampir bosan dengan kemampuan yang itu-itu saja, belajar secara otodidak cukup membuat lelah. lama kelamaan aku mulai bicara dalam hati. mungkin cukup sampai disini perahu yang kulayari. tanpa sadar, sebenarnya aku telah berfikiran pesimis dan betapa tidak produktifnya diriku. 

dan semua itu pun terbukti pada LPJ hari ini. banyak hal yang kupelajari dari diriku sendiri, dari para sahabat, dari keluarga yang tak sedarah dan dari semua kata-kata mereka 

pertama, melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. entah sudah keberapa kalinya aku menulis ini lagi. dan kali ini terlihat jelas dimataku.aku tak menempatkan diriku pada posisinya, tak berani untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda dan hanya memilih untuk duduk aman dibangku cadangan. aku tak berusaha menjadi andalan bagi mereka, bahkan untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan ini hingga selesai. dalam tim ini, aku tak berusaha semaksimal mungkin, bukan karena aku tak bisa, namun karena tak ada kesadaran dalam diriku, aku hanya merasa sendiri dan berfikir bahwa harus melakukan semuanya sendirian. karena itu pula, aku merasa begini-begini saja cukup.

dan hal yang ingin kulakukan adalah melakukan apapun itu, segalanya dengan sungguh-sungguh. dimulai dengan menulis skripsi dengan deadline yang bisa kutepati, dan juga fokus dan khusyu' dalam shalatku.

kedua, kepekaan. butuh banyak pengalaman untuk menjadi orang yang pengertian. dan untuk itu dibutuhkan kebersamaan, kesadaran dan komunikasi. untuk mendapatkan semua itu harus dimulai dari hal-hal kecil. jika dalam forum aku hanya memilih diam, maka harus diawali dengan niat, lalu jika dengan niat itupun aku masih ragu, maka aku akan mewujudkannya dalam lingkup yang lebih kecil. mungkin dengan banyak melakukan sosialisasi dengan orang lain aku bisa mengubah sifat pendiamku ini.

ketiga, waktu. ya, Allah telah menerangkan dengan jelas dalam Al-qur'an. Demi Masa. sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. maka dari itu, untuk menjadi orang yang beriman haruslah mengerti tentang menjalani kehidupan ini dengan baik. menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain, khusyu' dalam sholat, bekerja keras dan pantang menyerah dan banyak hal lainnya.

sebuah kehormatan bagi saya, untuk melihat betapa ketika memiliki mimpi, maka tuliskan dalam selembar kertas dan tuliskan detail kapan waktunya, lalu rasakan bahwa itu seakan-akan sudah terjadi, lalu wujudkan dalam bentuk tindakan. tak perlu berangan-angan, hanya saja jika waktunya telah ditentukan maka hal itu bisa kemungkinan besar terjadi. jika tak menuliskan kapan waktu yang jelas, maka akhirnya hanya akan menjadi ingatan yang hilang bersama angin.

juga, betapa pentingnya untuk bersungguh-sungguh dalam menggunakan waktu. ketika waktu telah ditetapkan, maka jika sudah tercapai tepat waktu maka hal lain yang baik pun akan terjadi, kesempatan akan terbuka dan kita menjadi lebih produktif. bahkan Alquran pun telah menjelaskan dalam surah Alam Nasyrah.

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (94:7)

lakukanlah tepat waktu, kedepannya aku ingin mendapatkannya dan akan aku mulai dengan melaksanakan sholat tepat tepat waktu setiap hari.

keempat, komunikasi. tak bisa kuutarakan dengan jelas. namun, setiap mimpi, yang membutuhkan proses panjang, harus terus dikomunikasikan, jika itu dalam tim maka dibicarakan, dan jika itu mimpi personal  maka harus dibicarakan juga, sejauh mana aku telah menyelesaikannya, kiat lain untuk mendapatkannya dan hal-hal seperti itu.

dan yang terakhir, evaluasi. mengevaluasi akan membuka semua hal yang tak terlihat dalam sebuah bentuk kata-kata yang jelas. memotivasi untuk lebih baik kedepannya, dan memperbaiki hal-hal yang salah. setiap malam, aku ingin menulis sebuah cerita setiap harinya, untuk kujadikan pelajaran untuk esok.

dan mulai saat ini, aku tak ingin lagi belajar dari kesalahan. karena jika berfikir seperti itu maka sampai mati pun akan seperti itu yang terjadi. dan tak berani untuk melakukan hal berbeda yang lebih berani. dan aku akan fokus dengan memantapkan niat yang jelas dalam hati, niat yang baik dan sesuai dengan apa yang kuinginkan.

ada satu hal lagi yang kudapat, bahwa bersyukur itu sangat penting. ketika kita berada disatu tempat, maka bersyukurlah. dengan begitu kita dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan akhirnya dapat menjejakkan cerita indah. karena Allah pun akan memberikan kita nikmat yang lebih lagi. dengan bersyukur lagi, maka jejak indah itu akan menjadi kebahagiaan untuk menjejakkan cerita indah selanjutnya.

kepribadian diri boleh jadi tak sempurna untuk hari ini. dan aku akan mengubah semua hal kekuranganku menjadi pelajaran untuk menciptakan kelebihanku. akan kuhilangkan semua hal buruk dalam diriku, dan akan kutinggalkan ia sejauh-jauhnya, di masa lalu agar tak kembali lagi. mulai detik ini dan detik-detik selanjutnya, aku akan menjadi yang baru. kumulai dengan bersyukur kepada Allah, atas apa yang telah diberikannya. atas apa yang sudah terjadi. karena aku yakin apa yang sudah terjadi, sudah tertulis dalam kitab lauh mahfuz. tak ada yang perlu disesali karena masa depan lebih berarti.

semoga Allah memberikan jalan bagiku dan semua orang, untuk menjadi seorang muslim yang memiliki kecerdasan intelektual dan emotional. Amin :)

dan esok, ruang itu akan menjadi kenangan,
dan sahabat yang menyatukan kita pun telah pergi bersama diri masing-masing
teman, semoga nanti kita dapat berkumpul dan tertawa lagi
dengan diri yang baru dan jiwa yang lebih hebat

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About