Powered by Blogger.

Friday, 13 December 2013

Mantra Penyemangat


cintai ide kita...
itulah kata yang masih terngiang ditelingaku, saat kak kiki memberikan arahan tentang retorika. kami semua duduk rapi disebuah ruangan yang penuh dengan warna hijau, berbentuk lingkaran, menutupi lemari-lemari kayu, tumpukan kertas dan perkakas lain yang menggunung. memang, entah mengapa aku sangat tertarik dengan pengembangan diri, motivasi yang bisa membuat hidup menjadi lebih baik, merasa lebih berharga.

dan ketika aku memutuskan sebuah keputusan, meskipun itu hanya hal sepele. aku mencoba untuk mencintai apa yang telah aku pilih. bahkan ketika memilih angkot.. hhaha... mungkin ini terdengar sangat konyol. tapi, begitulah. aku melatih diriku terbiasa akan hal ini.

rasanya mantra-mantra seperti man jadda wajada, aku bisa, aku akan mendapatkannya, jangan menyerah, sabar, bismillahirramirrahim. sangat manjur dalam saat-saat genting. saat ingin menyerah, ingin marah, ataupun saat berusaha melakukan sesuatu. kurasa, ini yang dinamakan kecerdasan emotional. dimana kita harus mampu menghadapi rintangan dengan bijaksana. meresapi kehidupan dengan lapang dada, dan berfikir luas.


tak perlu apa-apa untuk menjadikan hidup lebih indah. bahkan uang pun tak bisa menentukan seseorang bahagia. ya, walaupun sangat bahagia jika bisa belanja sepuasnya di mall, makan dimana saja. namun, satu hal yang tak bisa dibayar ataupun dibeli oleh siapapun. kebahagiaan. seperti sebuah cerita pun mengatakan, kebahagiaan itu ibarat pakaian dalam. tak ada yang tahu selain kita dan tuhan. baju boleh saja indah diluar, seperti apa yang tampak pada orang lain, foto-foto bisa saja dipajang dengan senyum lebar dan latar indah namun siapa yang bisa menjamin jika hati kita saat itu bahagia. begitu juga dengan pakaian yang kita kenakan boleh saja indah, atau bisa saja buruk, tapi kebahagiaan itu pun seperti pakaian dalam, hanya tuhan dan kita yang tahu.

dan mantra itu.. seperti sebuah kekuatan untuk kita merasa ikhlas dengan semuanya. mengembalikan semuanya pada Allah SWT.

satu yang aku belum mengerti, banyak orang sukses bilang "jika kau mati besok, apa yang ingin kau lakukan hari ini?" atau kata-kata yang hampir mirip "apa yang ingin kau lakukan sebelum kau mati?" pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang terkadang tak masuk akal dalam benakku. ada juga, tentang iman. "matilah kamu sebelum kamu mati". apa coba maknanya?

dan tentu saja, satu lagi ritual indah yang membuat cerdas, rajin plus dapat pahala. sholat. aku sering mendengar kata-kata yang mungkin isinya kurang lebih seperti ini. "sholatlah kamu layaknya sholat itu adalah sholat yang terakhir". memang, hal tersebut sangat penting untuk melatih fokus dan juga konsistensi kita pada sebuah tindakan. Alhamdulillah, aku bisa mengenal lebih banyak tentang islam, hanya dengan dua sumber. Al-qur'an dan Hadis. walaupun begitu, rasanya masih rancu, jika tak bisa mengamalkannya, tak bisa merasakannya. perlu banyak belajar lagi.

dan sekali lagi, mantra-mantra.. yang tak layak disebutkan mantra.. tapi tahmid, dan lafaz-lafaz yang bisa membuat lebih fokus dan juga cara yang ampuh untuk mendekatkan diri pada Allah swt, untuk lebih mengenal diri sendiri.

yang aku takutkan memang, terbiasa dengan hal tersebut, tapi akhirnya sia-sia. bukan pula ingin mengatakan apa yang dilakukan semuanya sia-sia. tak ada yang sia-sia. hanya saja.. jika hanya melakukannya tapi tak maksimal, sama saja dengan tak melakukannya kan.. sayang sekali, jika sudah terbiasa namun tak bisa mengaplikasikannya dengan baik. tak bisa merasakan sensasi nikmatnya. bukankah itu merugikan. dan merugilah orang-orang yang lalai dalam sholatnya. bukankah ayat al-qur'an mengatakan itu?

sebenarnya pada awalnya sempat bingung. bagaimana mengerjakan sholat dikatakan sebuah kelalaian. padahal untuk sholat butuh perjuangan melawan bisikan-bisikan. tapi nyatanya, setelah diselami lagi.. sholat yang tidak lalai adalah sholat yang khusyu', sehingga setelah sholat merasa tenang dan lebih dekat pada Allah.

well.. mungkin.. tak banyak penutup untuk tulisan kali ini.. hanya menimbulkan banyak pertanyaan..
hhaha...
tak apalah.. bagi kalian jika ingin belajar lebih banyak mungkin bisa membaca buku tentang agama lagi, atau bertanya dengan ustadz terdekat :D
finally
keep positive everyone!

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About