Powered by Blogger.

Wednesday, 6 November 2013

Menjadi Seorang Pengusaha

pernah mendengar tentang kisah sahabat nabi? ada tiga cerita, namun aku tak ingat namanya siapa. kalian bisa melihat di youtube tentang kisah tersebut. seorang ustadz berjenggot, memakai peci biru dan bertausiah dipinggir kolam renang yang biru. aku yakin, itu seperti hotel. atau bisa jadi rumahnya..

ya.. kisah pertama tentang seseorang yang memiliki kecerdasan dalam berfikir. ia adalah saudagar yang paling kaya dimekah. lalu ia pergi ke madinah, meninggalkan semua hartanya untuk bisa dekat dengan rasulullah. akhirnya, ia mendatangi rasulullah, dan ia pun disaudarakan dengan kaum anshar. saudaranya itu ingin membaginya hartanya, namun sang sahabat menolaknya dengan halus. ia pergi ke madinah hanya bermodalkan pakaian dan badannya saja. ia pun pergi ke sebuah pasar dan pulang dengan membawa satu kantong beras untuk dimakan. tiga tahun kemudian, ia pun orang paling kaya dimadinah.

dari situ terlihat bahwa, untuk menjadi seseorang yang kaya, tak diperlukan modal yang besar. namun yang dibutuhkan adalah pola fikir. kecerdasan untuk memutar uang, dan mencarinya dengan jalan yang baik.

cerita kedua dan ketiga hampir sama. namun, cerita ketiga menceritakan tentang seseorang yang sangat cerdas dalam berkomunikasi. ia bisa bernegosiasi dengan baik dengan orang lain. hingga akhirnya, nabi memberikannya satu dirham untuk membeli seekor kambing. ia pergi ke pasar, lalu dengan 1 dirham tersebut, ia bisa membeli dua kambing. yang seharusnya harga satu kambing pada saat itu adalah 1 dirham. tak sampai disitu, ia pun ketempat lain dan menjual salah satu kambingnya dengan harga 1 dirham. ketika kembali ke rasulullah, ia telah membawa 1 dirham dan satu ekor kambing. ia pun memberikannya kepada rasulullah, ya rasulullah, ini adalah 1 dirham yang engkau berikan tadi dan ini satu ekor kambing yang ingin kau beli. begitulah, betapa cerdasnya pemuda tersebut hingga ia bisa menjadi saudagar kaya yang pandai dalam bernegosiasi.

sebenarnya, cerita tersebut sangat berkesan bagiku. mungkin karena aku menceritakannay sekilas dengan versiku sendiri jadi terlihat biasa saja. namun terbukti, sudah tiga hari yang lalu video itu kutonton, hingga sekarang aku masih mengingat ceritanya.

dari cerita tersebut, betapa pentingnya kecerdasan emotional, spiritual dan intelektual. ketiga kecerdasan yang didalamnya tak ada ketamakan sedikitpun. pada dasarnya, tamak itu adalah dari keinginan negatif,  mungkin datangnya dari hati.ketika kita menginginkan kesuksesan. banyak yang mengatakan bahwa kesuksesan itu tak mudah. butuh perjuangan untuk mendapatkannya. butuh berkali-kali untuk menguasainya.

ya, saat ini aku memiliki wadah untuk berkreasi, namun hingga sekarang aku hanya mengabaikannya, dan mencari jalan lain. padahal, walaupun hal tersebut tak memberikan uang yang banyak. setidaknya aku bisa mengasah kemampuanku. satu keahlian yang nantinya pasti sangat berguna untukku. kemampuan yang bisa aku eram, agar aku tak menjadi seseorang yang merugi.

memang, disaat tenang. aku senang untuk menonton saja. bahkan bisa satu harian hanya menonton dan shalat, lalu makan. satu harian. bayangkan, betapa meruginya aku hanya mendapatkan kesenangan sesaat tanpa manfaat sedikitpun untuk hari ini.

ah, ketika aku tak memiliki waktu pun, disaat itu aku menyadari bahwa apa yang kuingin lakukan adalah menulis dan menciptakan sebuah karya. namun, waktu itu terus saja menghilang karena kesibukan. seperti robot berjalan. aku hanya mengikuti kemana arah yang ada didepan, tanpa melihat isi hatiku..

inginnya.. disaat waktu muda, disaat aku bisa berfikir jernih. aku bisa membuat sebuah karya, yang bisa aku ciptakan saat ini, agar nanti menjadi kebiasaan dan keahlian yang tak pernah hilang. dimanapun aku berada. hopefully.

then, it's time to become robot!
again!
keep positive everyone!
:D

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About