Powered by Blogger.

Wednesday, 6 November 2013

Kiara #1

Kiara termangu melihat sekumpulan sapi mendencangkan loncengnya. mereka memakan rerumputan diatas rumput yang masih basah dengan embun. ia heran mengapa anak lelaki itu telihat begitu senangnya hingga ia menggosok-gosok sapinya agar bersih. sesekali diantarnya satu sapi dan membawanya ketepi sungai untuk dibersihkan. ia bingung, bagaimana pekerjaan ini begitu membahagiakan. padahal pekerjaan ini begitu membosankan.

kiara punya sebuah mimpi. ia tak mengatakannya pada siapapun, hatinya ingin lari dari tempat itu. ia masuk dalam sebuah ironi kehidupan, tenggelam dalam kesedihannya sendiri. kiara yang bersedih dengan apa yang dihadapannya, kiara yang ingin lari dari tempatnya berada.

namun, tak ada satupun kereta yang bisa membawanya pergi. jikapun ada, ia tak tahu ingin kemana. satu yang ia tahu pasti, bahwa ia tak ingin berada disana. suatu kali, ia melihat sebuah sinar. dan ia berjanji akan pergi kesana. jika sapinya sudah besar, ia pun akan menjualnya dan pergi kesana. namun, saat ini sapinya hanyalah sapi anakan yang harus diberi makan rumput segar, agar beratnya nanti, bisa mengantarkannya pada sinar itu. sinar terang dimalam hari yang memanggil-manggilnya untuk datang. ia tahu, tempat itu akan memberikan cerita indah di satu paragraph kehidupan. kenangan yang bisa ia simpan, dan bagikan pada orang-orang kelak.

"hey, apalagi?" Karela, teman akrab, sekaligus sepupu dengan kiara, ia selalu tahu keadaannya, hanya dengan melihat ekspresi wajah kiara. namun, karela tak pernah tahu berapa kali dalam sehari kiara termenung dengan mimpinya yang tak ada, dan berapa lama ia harus melakukannya.

"biasa, cari ilham" kiara tersenyum kecil,

"cari ilham kok liatin sapi, tuh lihat sebelah sana.. pemandangannya lebih bagus.. dari atas sini kita bisa lihat kalau sebenarnya kita itu kecil. banyak orang diluar sana yang hidup, entah bagaimana .. diwaktu yang sama dengan kita. jadi sebenarnya, kita harus terus berusaha agar tak tertinggal jauh diantara mereka" celotehnya panjang.

"mulai lagi, mencari arti kehidupan" tangkas kiara

"hhaha.. kamu bukannya lagi mikirin mimpi fiksimu yang tak jelas itu?" tanya karela singkat

"ya, mungkin saja, ada tempat untuk mimpi fiksiku yang tak jelas itu disini..!" ujar kiara sambil mencoba menarik jilbab karela dan mengerjarnya cepat. sontak saja, karela pun berlari jauh dan naik ke atas bukit dengan tangkasnya.

"mana mungkin... pergi sana.. " jerit karela

malam itu, hampir sama dengan malam-malam sebelumnya. desa yang tak jauh dari tanjakan bukit dilembah gunung, mengusung sunyi. hanya suara jangkrir dan kodok, menyanyikan sebuah irama lain. atau mungkin, mereka sedang bercerita tanpa mendengarkan satu sama lain. hanya bercerita.

begitu pula dengan kiara. ia masih ingat anak lelaki tadi. mengapa bisa ia menikmati setiap waktu yang membosankan. atau memang bagi dirinya itu tak membosankan. bagaimana bisa? pikir kiara. kiara pun mulai mencari cara lain, agar ia bisa mendapatkan kebahagiaan anak kecil itu. jika ia tak bisa mendapatkannya saat menggembala sapi, mungkin ia akan bahagia jika menjualkan telur-telur ayam milik tetangganya dipasar. besok pagi, setelah membawa sapinya ke atas bukit, ia akan mencoba untuk menjualkan telur-telur itu. sepertinya melakukan hal itu sangat menyenangkan. ia pun terlelap bersama mimpi dan keinginannya dalam gelap malam yang tenang.

ditengah malam. ia mendengar suara ayahnya yang terbatuk-batuk. dingin menyelimuti tubuh ayah yang telah tua renta. ia terbangun dan hanya diam, ia bertekad untuk mendapatkan uang, agar nanti bisa membawa ayahnya berobat kerumah sakit, dan juga agar ia tak perlu lagi bekerja keras. kiara berharap disunyinya malam. ia pun mengambil air wudhu dan menghadap pada illahi, berharap akan ada kehidupan dihari esok. berharap banyak bahwa jalan menuju roma akan bisa dilaluinya.

bersambung..............................................................................................................................................

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About