Powered by Blogger.

Saturday, 14 September 2013

Mesjid berkunci

ketika aku akan mengajar les, aku selalu singgah disebuah mesjid. karena tak mungkin aku sholat dirumah anak tersebut, berbeda agama. ya.. sempat sebelumnya aku menemukan mesjid yang benar-benar indah. dari luar biasa saja, tapi bersih dan penuh dengan tanaman. belum lagi, didalamnya luas dan bersih. aku masih ingat warna didalamnya. hitam dan putih.

kaca-kaca dan ventilasi yang banyak, menambah sejuk suasana. just like in the mountain. pegunungan yang sejuk dan asri. mungkin kalau diibaratkan luar negri sih, korea gitu.. hhhaha.. kok jadi kesana ya?

well... balik lagi ke awal cerita. judul ini tanpa maksud apapun. aku hanya ingin sharing sedikit tentang dunia kecil yang sedang ku analisis. (halah...)

ketika berjumpa dengan sebuah mesjid yang ada disimpang. tepatnya disimpang kecil. dimana ada gang kecil yang rapi dan penuh dengan rumah minimalis. kurasa, itu adalah kompleks. kulihat semua bentuk rumahnya sama. dan ada atap berciri batak disalah satu rumah tersebut. saat masuk kedalam kamar mandi aku bisa meilhat beberapa rumah minimalis yang penuh dengan interior.

saat mengambil air wudhu. airnya terasa dingin dan benar-benar sejuk. like i said before, just like in the mountain :D, setelah sholat akupun keluar dan memakai sepatu. tak ada satupun wanita disitu. bahkan semua orang telah usai shalat, dan bertasbih, pintu-pintu dikunci. seorang kakek yang mungkin adalah penjaga mesjid langsung menutup pintu dan menguncinya.

well.. aku berfikir, ya, ada seribu alasan mengapa mesjid langsung dikunci. pertama, tak ada yang shalat di mesjid, jika tak dikunci, anak-anak mungkin akan mengotori mesjidnya, debu, dan masih banyak lagi. ketika aku ingin berkaca (hhehe...) aku yang sedang mengenakan sepatu naik ke atas keramik. keramiknya terlihat kusam, walaupun sebenarnya bersih. karena untuk dapat melihat kaca, aku harus naik sedikit ke atas keramik. saat kuinjakkan kaki, langsunglah aku dimarahi oleh si kakek.

ya... even i am twenty but I'm still teenagers. well, karena kesalahanku aku langsung minta maaf dan membuka satu sepatuku, (susahnya berkaca, seharusnya aku membaca kaca saja.. ) well, dia marah lagi, akhirnya kubuka saja sepatuku satu lagi.. walaupun sebenarnya udah gag mood berkaca, sudah terlanjur buka satu sepatu..

you know what? si kakek tak berhenti mengoceh, ada seorang teman yang sedang duduk didekat pintu yang sudah tertutup. jadilah dia mengoceh tak karuan, meluapkan isi hatinya.

aku hanya diam saja, dan berlalu pergi. saat pergi, aku punya banyak pertanyaan dalam benakku. ya, mungkin dia adalah seorang kakek yang menjaga mesjid, jadinya ia yang mengepel dan membersihkan seluruh mesjid tersebut. dan mungkin lagi, karena ia sudah tua, jadi pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sulit dan tentu ia marah apabila mesjid yang setiap hari dibersihkannya dikotori.

mengapa mesjid dikunci.. ada kemungkinan karena banyak orang disana yang tak sholat, atau sholat dirumah. jika mesjid dibiarkan terbuka, malah akan membuat mesjid kumuh, penuh debu, dan tak terawat.

satu lagi, mengapa si kakek yang sudah tua menjaga mesjid itu? tak adakah muslim muda yang berminat untuk meneruskan perjuangan si kakek? ya.. jika aku diberi pertanyaan serupa tentulah aku akan berfikir lama, karena pekerjaan itu tidaklah mudah.

akhirnya aku berfikir, jika mesjid tak dijaga, maka mesjid itu akan kotor, tak terawat, bagaimana orang bisa shalat ditempat yang kotor?
jika mesjid dijaga, haruslah ada seseorang yang menjaganya, tak ada gaji besar untuk sang penjaga, namun apabila mesjid bersih pastilah banyak orang yang merasakannya. butuh sebuah pengorbanan besar untuk itu.
apakah ada seorang muda cerdas yang melakukannya?
aku yakin, di dunia ini tak ada yang tak mungkin. maybe I must see the world bigger with my mind.

apalah itu. tapi itu adalah sebuah pemikiran hasil fikirku sendiri.

tapi kuharap, someday, jika aku telah menjadi cantik, cerdas, kaya raya dan bahagia.. (amin... )
aku ingin membuat banyak mesjid menjadi hidup. mungkin akan seperti pemerintah yang memberikan bantuan kepada guru melalui insentif. mungkin dengan sesuatu yang belum aku dapatkan bagaimana caranya.

apapun itu, sudah ada niat dalam hati. semoga ia tersimpan sampai nanti ada kunci yang membukanya :D
keep positive everyone!

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About