Powered by Blogger.

Tuesday, 27 August 2013

Cinta Rupiah.. sanking cintanya....

sedihnya melihat negri ini. para pengrajin tahu dan tempe harus merasakan dampak dari melemahnya nilai mata uang indonesia. parahnya, mereka terpaksa menggunakan kedelai impor karena kedelai lokal mahal dan kualitasnya lebih rendah, ditambah lagi kedelai lokal tak mampu memenuhi pasar. bagaimana ini terjadi?

dalam hati, ingin sekali andai aku menjadi presiden, aku akan membuka anggaran untuk para petani, memberikan mereka insentif seperti para guru, agar semua orang berbondong-bondong untuk membeli tanah dan menjadi petani. lalu menggunakan tanah subuh yang tersebar diseluruh indonesia. paling tidak, disetiap provinsi ada sepuluh titik tempat pertanian, agar penyebaran tidak terlalu jauh dan tidak membutuhkan transportasi yang banyak. selain itu, memberikan sayembara kepada seluruh masyarakat untuk memperbaiki kualitas disetiap jenis makanan, seperti padi, buah, kedelai, dan sayuran.
andai umar bin khattab masih hidup dan memimpin negri ini, pastilah kejadian seperti ini tak terjadi. ia takkan makan apabila rakyatnya belum mendapatkan makanan. ia hanya hidup sederhana, bahkan tak menerima gajinya kecuali untuk makan dan kebutuhan makan keluarganya.

mengapa bisa, banyak orang ingin masuk dalam kepemerintahan, padahal mereka hidup mewah dengan kewajiban yang tak mereka laksanakan. ingin sekali, aku berteriak "dimana akal sehat kalian?"  tapi orang-orang disana bahkan sombong dan bangga dengan kemewahannya.

bukannya aku tak suka melihat mereka hidup dengan segala kemewahannya, namun bagaimana bisa mereka hidup senang diatas penderitaan jutaan umat manusia? gara-gara mereka, banyak orang yang terpaksa hidup banting tulang, para ibu meninggalkan anak mereka untuk mencukupi kebutuhan hidup. anak-anak pun terlantar dan menjadi sampah masyarakat karena tak dididik dengan baik. pendidikan pun seperti tong-tong sampah yang menampung pundi-pundi uang tanpa benar-benar memberikan kualitas yang baik.

indonesia memiliki kekayaan alam, namun miskin moral SDMnya.

 melemahnya rupiah dikarenakan dolar membaik. mengapa kita terlalu bergantung dengan impor? ada apa dengan bapak presiden?. aku rasa, kita boleh saja memiliki hubungan yang baik dengan negara lain, bahkan itu adalah hal yang sangat baik. namun, jika membuat negara lain senang dengan membunuh masyarakat dinegri sendiri, apa namanya? kita sebut apa?

aku yakin, semua orang yang ada dipemerintahan adalah orang-orang cerdas. mereka memiliki pengalaman yang lebih daripada masyarakat biasa. namun, keserakahan mungkin telah menggerogoti hati mereka. bagaimana tidak? untuk sampai dititik itu mereka harus mengorbankan waktu dan banyak uang untuk berpolitik, mencari pendukung, dan menghabiskan banyak uang untuk pamflet dan iklan agar dikenal masyarakat dan dipilih.

entah demokrasi seperti apa namanya ini....
sebagai mahasiswa aku tak bisa diam saja melihat orang-orang dzalim,
Tuhan maha melihat dan mengetahui,
biar saja mereka lakukan apa yang mereka suka
dan akupun berusaha untuk tak menjadi seperti mereka
menjadi yang terbaik diantara terbaik
menjadi kuat dan berusaha semampuku.


 

No comments:

Post a Comment

Blogroll

 

Google+ Followers

Blogger news

About